<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803</id><updated>2011-09-16T22:02:18.897+08:00</updated><category term='psikologi'/><category term='anti pemerintah'/><category term='politik'/><category term='how to'/><category term='ekonomi'/><category term='spiritual'/><category term='pendidikan'/><category term='budaya'/><category term='kemerdekaan'/><category term='sosial'/><title type='text'>RTM-code</title><subtitle type='html'>alam semesta ditulis dengan kode, pelajarilah!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rtmcode.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-2627775932787775528</id><published>2011-06-21T17:12:00.008+08:00</published><updated>2011-06-21T18:43:33.152+08:00</updated><title type='text'>"MANTRA" EKONOMI SBY</title><content type='html'>&lt;i&gt;Pro growth, Pro-poor, Pro-job &lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;s&lt;/i&gt;trategi kebijakan ekonomi pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) periode&lt;i&gt; pertama&lt;/i&gt;, lalu disempurnakan dengan &lt;i&gt;pro-environment &lt;/i&gt;pada periode kedua. Berbagai upaya pun dilakukan oleh tim ekonomi &lt;i&gt;KIB &lt;/i&gt;untuk mewujudkan pembangunan ekonomi seperti yang disampaikan oleh Susilo Bambang Yudodyono (SBY) disetiap acara dan forum-forum ekonomi. Pada pertemuan World Economic Forum di Jakarta, oleh IMF ekonomi Asia diprediksi akan tumbuh 7 hingga 9%, bencana Tsunami di Jepang dan krisis Timur tengah tidak akan berpengaruh banyak terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia. Sedangkan Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini bisa sampai 7-8 persen, asalkan Indonesia bisa mengatasi masalah infrastruktur dan menciptakan efisiensi birokrasi.&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi yang didorong sektor &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;non-tradable&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, seperti sektor keuangan, jasa, real estate, transportasi dan komunikasi, serta perdagangan, hotel, restoran. Pada 2010, sektor transportasi dan komunikasi tumbuh 13,5 persen, disusul perdagangan/hotel/restoran (8,7 persen), konstruksi (7 persen), jasa (6 persen), serta listrik, gas, dan air (5 persen). Sebaliknya, sektor &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;tradable&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; (pertanian, pertambangan, dan manufaktur) berkinerja rendah. Pertanian hanya tumbuh 2,9 persen, pertambangan dan penggalian 3,5 persen. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;i&gt;Tempo,10/05/2011)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;           &lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Capain ini mesti diapresiasi dengan baik, dengan berbaik sangka pada niat baik pemerintah untuk meningkatkan perekonomian kita. Namun setiap capaian angka-angka sebaiknya diuji secara empirik  di ranah realitas. Data &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; menunjukkan bahwa, secara agregatif perekonomian kita tumbuh secara signifikan, dalam hal ini strategi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;pro-growth&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dapat terealisasi. Namun bagaimana dengan mantra &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;pro-poor dan pro-job.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Oleh banyak ekonom menilai bahwa pertumbuahan ekonomi yang dicapai pemerintaha pada kuartal I 2011, masih dinilai timpang. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan tidak secara signifikan menekan angka kemiskinan dan menyerap tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;/p&gt;           &lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketimpangan pertumbuhan sektor &lt;i&gt;&lt;b&gt;tradable vs non-tradable&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; memiliki implikasi serius karena terkait dengan pembagian jatah dan surplus ekonomi. Sektor non-tradable bersifat padat modal, teknologi, dan pengetahuan serta pelakunya segelintir. Karena itu, penyerapan tenaga kerja sektor nontradable jauh lebih kecil dibandingkan sektor tradable. Sehingga, Tingkat pertumbuhan yang diikuti menurunnya penyerapan tenaga kerja merupakan pertumbuhan yang timpang minus kesejahteraan. Pertumbuhan justru memperlebar kesenjangan: yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika dilihat secara geografis, maka akan nampak bahwa pertumbuhan yang didorong oleh sektor &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;non-tradable&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, lebih berorientasi pada pembangunan ekonomi kota. Hal yang sama bisa disaksikan di Makassar yang sangat konsen pada pengembangan sektor jasa, perdagangan, real estate, hotel, transportasi komunikasi dan restoran. Sektor yang kebanyakan hanya bisa dijangkau oleh masyarakat menengah keatas yang tentunya bermukim di kota. Padahal faktanya bahwa kebanyakan masyarakat dengan pendapatan dibawah $ 2/hari tinggal di pedesaan. Warga desa yang pada umumnya menggantungkan hidupnya dengan bertani ternyata belum bisa menikmati dengan baik capain pertumbuhan tersbut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SBY dalam berbagai kesempatan sering mengklaim kemiskinan terus menurun  secara agregatif dari 35,1 juta (2005), 31,02 juta jiwa (2010).Tapi, dengan garis kemiskinan Rp 210 ribu per orang per bulan, kita bisa mempertanyakan kualitas hidup seperti apa yang dijalani warga miskin. Data-data juga menunjukkan, sebagian besar rumah tangga petani (73,4 persen) adalah petani padi atau palawija.  Arah pembangunan ekonomi yang didominanasi sektor industri/jasa daripada sektor primer (pertanian)  sekitar 43 persen warga, terutama di pedesaan. Hal ini menggambarkan dua hal sekaligus yaitu sebagian besar petani miskin, dan sebagian besar orang miskin itu petani. Padahal  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;studi &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;LIPI dalam kurun waktu 1983 sampai 2009 menunjukkan bahwa sektor industri dan pertanian mampu menekan angka kemiskinan. Sektor ini 6,5 kali lipat lebih berperan daripada sektor non tradeble.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Andai saja tim ekonomi KIB, ingin belajar pada riset LIPI maka mungkin mantra &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;pro-growth&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; akan berbanding lurus dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;pro-poor, pro-job.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;          &lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Paul Krugman,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt; peraih Nobel 2008 bidang ekonomi, tepatnya Ekonomi- Geografi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; telah memperingatkan bahwa terjadi ketidakadilan dalam proses pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi selama ini terjadi karena penambahan input berupa akumulasi modal dan tenaga kerja, dan bukannya peningkatan output (produksi). Penggunaan input yang berlebihan tidak dibarengi dengan kenaikan output per satuan input, hal itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak akan bertahan lama dan sangat rentan terhadap gejolak eksternal. Dengan kata lain, jika penambahan/ akumulasi modal secara terus-menerus dan perputarannya sebagian besar hanya di kota maka ketimpangan dan kesenjangan akan semakin tajam, pengangguran, kemiskinan akan meroket.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Mungkin ada benarnya anjuran para ekonom kita seperti yang pernah di gagas oleh founding father/mother bangsa ini. Bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;pembangunan ekonomi mestinya diarahkan untuk kemakmuran rakyat. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rakyat&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;" yang belum bisa menikmati pertumbuhan ekonomi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; Yang belum tersentuh efek sektor n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;on-tradable. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Dan bukan mereka yang bicara tentang kebijakan untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;"Rakyat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Mengakhiri tulisan ini saya mengutip pesan Karaeng Pattingalloang, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tallu Tongi Rupanna Panggaukang Ri se'rea Tumapparenta Angerangnga Kapangrakang:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; Pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;, Punna Addanggangmo Tumapparenta,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; Kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;. Punna Annarimamo Passoso', Ketiga. Punna Teyamo Annarima Pappasaile Tumapparenta. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Artinya; Ada tiga perbuatan pemerintah yang bisa menyebabkan kerusakan: Pertama. Jika pemerintah sudah berdagang, Kedua. Kalau pemerintah menerima sogok dalam melakukan kebijakan, ketiga. Jika pemerintah tadak mau lagi menerima nasihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wallahu' A'lam Bissawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;salam hangat: alamyin@gmail.com &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-2627775932787775528?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/2627775932787775528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/2627775932787775528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2011/06/mantra-ekonomi-sby.html' title='&quot;MANTRA&quot; EKONOMI SBY'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-4632360899649356349</id><published>2011-03-24T23:49:00.005+08:00</published><updated>2011-03-24T23:54:39.456+08:00</updated><title type='text'>HANYA SEBUAH SURAT</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kepada&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rekan-rekan, kawan-kawan, saudara/saudari, adik-adik, kakak-kakak&lt;br /&gt;Mahasiswa/i&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang Terhormat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa kabar ?&lt;br /&gt;Semoga kalian sehat-sehat saja dan senantiasa berada dalam kondisi yg baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ok, saya pikir basa-basi diatas sudah cukup dan sudah sesuai standar pembuka sebuah persuratan resmi kalau pun ternyata belum memenuhi standar saya minta maaf. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, kita langsung ke pokok permasalahan. Jujur saya katakan bahwa sekarang saya bigung melihat kalian. Dulu mungkin saya masih bisa berprasangka baik pada kalian, kalian itu cerdas … atau revolusioner … bahkan mungkin radikal. Tapi itu dulu, sekarang saya tidak bisa lagi … sekarang saya tak yakin lagi dengan apa yang dulu saya sangkakan atas kalian. Hal ini wajar saja jika bercermin dari kasus “Benteng Somba Opu”. Bisa dimaklumi kalau kalian tidak peduli dengan perampasan tanah petani takalar atau perampasan tanah masyarakat pandang raya, tapi tentu lain halnya dengan “Benteng Somba Opu” (meski sebenarnya kasus-kasus ini tidak bisa dilihat saling terpisah karena sebenarnyalah secara substansial adalah satu kesatuan). Coba kalian beri sedikit ruang pada ingatan anda, sudah berapa kali “Benteng Somba Opu” kalian manfaatkan untuk berbagai kepentingan ? Kalau kalian tidak bisa menyebutkan minimal “satu kali” maka sebaiknya anda segera konsultasi ke dokter ahli saraf atau psikiater karena saya yakin anda mengalami gangguan ingatan yang akut. Jika kalian tak mampu lagi menganalisa secara menyeluruh paling tidak kalian tahu diri, kalian seharusnya sadar betapa kalian berhutang budi pada “Benteng Somba Opu” … dan seharusnya kalian malu jika tinggal diam dan   berpangku tangan melihat “Benteng Somba Opu” dirampas dari kita, dan diubah dari “Ruang Publik Terbuka” menjadi “Ruang Publik Berbayar - sengaja memakai istilah ini untuk menghindari penyebutan privatisasi”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika terhadap “Benteng Somba Opu” (sebagai ruang publik terbuka, tempat belajar)  saja kalian tidak peduli, maka saya ragu jika kalian masih punya kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh iya, sebelum saya mengakhiri surat ini saya ingin mengatakan kepada kalian … sebelum kalian menilai dan menduga-duga kepentingan saya, saya katakan kepada kalian bahwa “tak ada kepentingan politik dibalik ini semua, semua ini hanyalah sebentuk ungkapan rasa tanggung jawab dan upaya membayar hutang budi saya kepada “Benteng Somba Opu” yg telah memberi saya tempat untuk belajar, yg telah memberi saya kesempatan untuk menghirup udaranya, yg telah memberi saya izin untuk menikmati pemandangan serta kesunyiannya. Dan terakhir, karena saya masih punya ingatan tentang kepingan-kepingan cerita tentang Benteng Somba Opu yg menjadi bagian dalam hidup saya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;NB : Jangan berpikir kalau saya ini apa, saya bukanlah apa-apa. Terima kasih atas kesedian anda meluangkan waktu anda yang saya yakin sangat berharga untuk sekedar membaca tulisan ini. Sekali lagi TERIMA KASIH BANYAK.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Salam &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Dari Sebuah Tempat Di Dunia Nyata &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-4632360899649356349?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4632360899649356349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4632360899649356349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2011/03/hanya-sebuah-surat.html' title='HANYA SEBUAH SURAT'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-8359854760039307323</id><published>2010-12-19T23:35:00.007+08:00</published><updated>2010-12-20T18:14:50.102+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Belajar Dari Kasus Benteng Somba Opu</title><content type='html'>&lt;i&gt;Tanggal 18 Desember 2010 diadakan diskusi terkait dengan kasus pengalihan fungsi Cagar Budaya Benteng Somba Opu (dari Tempat Wisata Sejarah menjadi Tempat Wisata Keluarga) oleh &lt;/i&gt;&lt;a href="http://sulsel.go.id/"&gt;&lt;i&gt;Pemerintah Propensi Sulawesi Selatan&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt; dan Zaenal Tayyeb sebagai Investor. Diskusi Publik ini diinisiasi oleh &lt;/i&gt;&lt;a href="http://savebentengsombaopu.com"&gt;&lt;i&gt;Forum Somba Opu (FSO)&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt; sebagai bagian dari agenda strategis dalam menolak pengalihan fungsi Cagar Budaya Benteng Somba Opu. Sebelumnya Forum Somba Opu telah &lt;/i&gt;&lt;a href="http://savebentengsombaopu.com/dilapor-ke-polda-gubernur-tanggapi-dingin"&gt;&lt;i&gt; melaporkan Gubernur dan Zaenal Tayyeb &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;terkait masalah pengrusakan Cagar Budaya Benteng Somba Opu (BSO) akibat pembangunan Taman Wisata Keluarga Gowa Discovery Park (GDP). &lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kasus BSO adalah Extra Ordinary Crime&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari diskusi tanggal 18 Desember 2010 di Baruga Benteng Somba Opu, berdasarkan pemaparan salah satu pembicara yg melihat dari aspek hukum banyak terungkap fakta-fakta pelanggaran aturan dan undang-undang (salah satunya adalah Undang-Undang RI No 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya). Hal senada juga terungkap dari pemaparan seorang aktivis perkotaan KPRM dan juga senada dengan penjelasan anggota &lt;a href="http://risetkopel.blogspot.com/"&gt;KOPEL&lt;/a&gt; yg sempat hadir, menurut mereka pemerintah dan legislatif (DPRD Sul Sel) telah melakukan banyak pelanggaran prosedural terkait Proyek GDP. Selain melanggar aturan dan undang-undang, proyek GDP juga menjadi agen perusak budaya masyarakat sulawesi selatan yg digiring pada &lt;i&gt;high modernity&lt;/i&gt; yg lebih mengedepankan pemenuhan hasrat kesenangan yang banal. Analisis teoritik penggiringan masyarakat sulawesi selatan pada &lt;i&gt;high modernity &lt;/i&gt;dipaparkan oleh seorang sosiolog yg juga sempat hadir dan menjadi salah satu pembicara.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Proyek GDP &amp;amp; Perlawanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cagar Budaya BSO juga merupakan ruang publik terbuka bagi masyarakat sulawesi selatan yg masih tersisa, karena itu-lah pengalihan fungsi Cagar Budaya BSO lagi-lagi merupakan upaya perampasan ruang-ruang publik terbuka masyarakat demi keuntungan ekonimi yg sangat kapitalistik. Selain itu Cagar Budaya BSO tidak lagi hanya sekedar sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa, lebih dari itu ... Cagar Budaya BSO telah menjadi tempat belajar bagi siswa/mahasiswa/peneliti untuk mempelajaran sejarah peradaban umat manusia di sulawesi selatan, karena itu perlawanan terhadap upaya perusakan Cagar Budaya BSO adalah sebuah perjuangan demi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan serta perlawanan terhadap perampasan ruang-ruang publik. Dari pemaparan para pembicara (Arkeolog, Aktivis Perkotaan, Sosilog, Ahli Hukum, Pemantau Legislatif, Budayawan, Seniman, dan masyarakat umum) terlihat dengan jelas alasan-alasan yg kuat terkait penolakan proyek GDP yang mengakibatkan kerusakan pada Cagar Budaya BSO.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Pemerintah/Pemerintahan Itu Korup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu pelajaran berharga dari dari kasus BSO adalah kita dapat melihat dengan jelas bagaimana sebuah kekuasaan yg bersetubuh dengan modal mencoba melibas habis semua ruang-ruang yang dalam logika kapitalistik dianggap tidak produktif. Pada kasus ini juga kita dapat melihat dengan jelas piramida terbalik relasi antara "penguasa-pemodal-rakyat" (dimana kepentingan rakyat selalu berada paling bawah) dipraktekkan dengan sangat baik. Kasus BSO juga menambah daftar pemerintahan korup yang berselingkuh dengan pemodal, perselingkuhan ini mengakibatkan kesimpulan karaktekter dasar pemerintah/pemerintahan semakin mengarah pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi"&gt;semua bentuk pemerintah/pemerintahan rentan korupsi&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-8359854760039307323?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8359854760039307323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8359854760039307323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2010/12/belajar-dari-kasus-benteng-somba-opu.html' title='Belajar Dari Kasus Benteng Somba Opu'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7607392853179886154</id><published>2010-09-04T23:25:00.007+08:00</published><updated>2010-09-05T00:46:35.587+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>"KONSUMERISME" bukan sekedar persoalan "UANG", lebih dari itu ... ini persoalan "KEJIWAAN"</title><content type='html'>Beberapa hari ini saya sering terperangkap dalam kerumunan massa yg sibuk berbelanja dan mengkonsumsi lagi dan lagi. Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini hampir semua (untuk tidak mengatakan semua) orang tahu bahwa konsumerisme [konsumsi-konsumsi-konsumsi, lagi-lagi-dan lagi (yg saat ini merupakan sesuatu yg sangat penting dalam kapitalisme)] atau hasrat berbelanja dan mengkonsumsi secara berlebihan adalah sesuatu yg buruk. Penggambaran yg buruk juga telah sangat sering disampaikan oleh para pendakwa-pendakwa agama dalam berbagai kesempatan dan berbagai media. Tak dapat pula dipungkiri kenyataan banyaknya buku yg membahas tentang keburukan dari konsumerisme. lalu, kenapa tetap saja realitas berbicara lain, kerumunan orang yg terjebak dalam kegilaan konsumsi bukanlah sesuatu yg susah untuk kita temui saat ini. Sepertinya ini bukan lagi sesuatu yg berada di  wilayah akal karena jika masih berbicara soal akal maka tentu dengan pengetahuan akan keburukan konsumerisme (yg didapat dari buku-buku maupun dari dakwa-dakwa para ahli agama) tentu tingkat konsumerisme akan menurun tapi mengapa dengan pengetahuan yg dimiliki tak mampu menekan hasrat gila konsumsi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya persoalan konsumerisme saat ini tidak lagi berada di wilayah akal melainkan sudah sampai di wilayah alam bawah sadar atau kejiwaan alias psikis orang. Hal ini bisa dibenarkan jika kita melihat peran penting iklan sebuah produk dalam persoalan pemasaran, iklan memang tidak memerintahkan untuk langsung mengkonsumsi apa yg di-iklan-kannya tapi iklan menanamkan sesuatu dalam alam bawah sadar orang-orang sehingga menjadi sebuah kondisi kejiwaan yg akhirnya menjadi sesuatu yg dibenarkan oleh akal. Jadi orang-orang yg konsumeris sebenarnya adalah orang-orang sakit jiwa yg harus mendapat penanganan seorang psikiater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat konsumsi yg gila saat ini juga bukan lagi persoalan uang, bukan lagi persoalan berapa banyak uang yg dihabiskan untuk memenuhi hasrat konsumsi. Karena kalau persoalannya masih seputar uang maka faktanya adalah bukanlah mereka yg kaya (yg memiliki banyak uang) yg tingkat konsumsinya gila-gilaan tapi si miskin lah yg gila dalam hal konsumsi. mari kita lihat, si kaya mempunyai uang 5 juta kemudian dia membelanjakan untuk kebutuhan yg bersifat konsumerisme sebanyak 1 juta maka masih tersisa 4 juta untuk kebutuhan lainnya (diluar kebutuhan yg bersifat konsumerisme) sekarang mari kita lihat si miskin yg punya uang 1 juta dan untuk memenuhi hasrat konsumtifnya dia menghabiskan 500 ribu maka yg tersisa tinggal 500 ribu untuk kebutuhan lainnya diluar pemenuhan hasrat konsumtif. Nah, kalau kita berbicara soal uang maka 1 juta yg dipakai untuk memenuhi hasrat konsumtif si kaya hanyalah 1/5 dari uang yg dimilikinya sedangkan 500 ribu yg dibelanjakan si miskin adalah 1/2 atau setengah dari uang yg dimilikinya, nah dengan hitung-hitungan sederhana ini terlihat bahwa si miskin lah yg lebih konsumtif di banding si kaya. Dan solusi bodoh dari hitung-hitungan ini adalah "peningkatan penghasilan atau pendapatan atau kekayaan si miskin biar 500 ribu yg dibelanjakan itu tidak lagi 1/2 atau setengah dari kekayaannya (mungkin bisa berkuarang jadi 1/3 jika uang yg dimilikinya itu sebesar 1,5 juta) dan tentu bukan soal lagi jika si miskin membelanjakan uang sebesar 1 juta jika total uang yg dimilikinya sebesar 5 juta, tidak ada yg salah dari semua itu. Kelihatankan persoalannya jika hanya mengaitkan masalah konsumerisme dengan uang, masalahnya hanyalah persoalan kesempatan yg tidak ada, jika uang banyak apa salahnya jika saya makan di tempat makan cepat saji atau membeli baju kaos yg menjual merk, atau mengoleksi berbagai macam baju dan sepatu atau hal-hal sepeleh terkait dengan hobby alias kesenangan material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://rtmcode.blogspot.com/2010/09/konsumerisme-bukan-sekedar-persoalan.html"&gt;Jadi persoalannya bukan persoalan UANG melainkan persoalan KEJIWAAN, sekali lagi persoalan KEJIWAAN.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau bagaimana kah ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;tabe' di' &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7607392853179886154?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7607392853179886154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7607392853179886154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2010/09/konsumerisme-bukan-sekedar-persoalan.html' title='&quot;KONSUMERISME&quot; bukan sekedar persoalan &quot;UANG&quot;, lebih dari itu ... ini persoalan &quot;KEJIWAAN&quot;'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-9220247196297793207</id><published>2010-08-18T13:57:00.011+08:00</published><updated>2010-08-20T02:35:42.011+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>"Puasa", "Tindakan Idiotik", dan "NOTHING"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right; font-style: italic;"&gt;"Asketis Homoseksual" Foucault bukan meminta disurutkannya penderitaan,&lt;br /&gt;tetapi meminta kenikmatan yang jauh lebih melimpah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;David Halperin, Saint Foucault&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tanggal 18 Agustus 2010, ini bertepat 1 hari setelah peringatan hari "Kemerdekaan negara RI" dan juga masih dalam bulan ramadhan dan itu artinya orang-orang yg beragama islam sedang menjalankan ibadah puasa. Saya tidak akan membahas tentang "Hari Kemerdekaan" malas dan muak meski sebenarnya sama memuakkannya dengan hal yg kedua tapi karena ada sesuatu yg menarik untuk dibahas tentang puasa maka jadilah tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang teman puasa yg dilakukan orang islam dalam bulan ramadhan seperti sebuah parodi yg idiotik, kalau di pikir-pikir secara rasional dan dikaitkan dengan realitas yang ada saat ini maka memang sulit untuk menolak pernyataan teman itu. Coba kita liat, bagaimana tidak idiot kalau sebelum puasa kita makan seenak dan sekenyang mungkin saat sahur kemudian saat berbuka kita lagi-lagi makan sepuas, seenak, dan sekenyang mungkin lalu setelah berbuka kita beranggapan kita telah melaksanakan ibadah puasa.&lt;br /&gt;Hohohoho ... lucu memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berpuasa hanya menahan nafsu (makan, minum, marah, keserakahan, sex yg dangkal) maka lebih baik memang tak berpuasa karena kalau kita berpuasa itu hanya akan merendahkan makna dan tujuan berpuasa. Kalau berpuasa hanya menahan nafsu maka pastilah tujuannya untuk melawan hawa nafsu, kenapa hawa nafsu ingin dilawan ? bukankah manusia itu hidup dari kumpulan-kumpulan nafsu yg saling terkait. Mungkin ada yang berkata tujuan puasa bukan untuk melawan atau menghilangkan nafsu tapi mengontrol hawa nafsu, tujuan yg bagus tapi mana mungkin mengontrol apa lagi menghilangkan hawa nafsu kalau sebelum dan setelah berpuasa hawa nafsu itu tetap terlayani secara gila-gilaan (alih-alih mengontrol apalagi menghilangkan, ini nantinya hanya akan membuat hawa nafsu semakin gila. lihatlah fenomena menjelang berakhhirnya bulan ramadhan dan lihat apa yang terjadi setelah bulan ramadhan, Puasa hanya omong kosong). Ada sesuatu yang lebih dari sekedar melawan hawa nafsu ketika kita berpuasa, yaitu upaya menikmati sebuah penderitaan dari pelarangan makan, minum, marah, dan hubungan sex, dengan sebuah tujuan pengingkaran terhadap dunia yg pada akhirnya mereka yang berpuasa tidak menjadi apapun alias tidak menjadi apa-apa atau  "tidak ada" (nothing). Ketika telah "tidak ada" maka apalagi arti kesenangan hawa nafsu, semua tidak berarti lagi. Kalau pun tetap makan dan minum itu tidak lebih dari kebutuhan biologis (rasa lapar dan haus, bukan sebuah life style atau gengsi) bahkan tidak makan dan minum pun bukan lagi masalah yang penting. Amarah, bukan lagi menjadi sesuatu yang bisa meledak begitu saja ... tetapi menjadi sesuatu yang tak lebih dari sebuah ekspresi terhadap sesuatu. Sebagaimana rasa lapar dan haus, sex juga tidak lebih akan sekedar menjadi kebutuhan biologis penyaluran libido sex dan sekedar jalan bagi mereka yang ingin menciptakan pelanjut generasinya (untuk masalah pelanjut generasi, ini terkait dengan kelahiran dan kematian. sex akan menjadi sesuatu yang memiliki posisi yang sama dengan kematian, tidak seperti sekarang dimana sex dianggap sebagai suatu kesenangan sementara kematian dianggap bagian terpisah dan sangat menakutkan. Sex dan kematian menjadi sesuatu yang tak dapat dipisahkan dan keduanya mendapat posisi yang mulia dalam kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi hal lebih dalam puasa yang jauh dari sekedar menahan hawa nafsu.&lt;br /&gt;Jika tak menemukan makna lebih dari puasa (bukan sekedar menahan hawa nafsu) maka bersiap-siaplah untuk kecewa karena puasa akan menjadi sesuatu yang tak lebih dari tindakan idiotik (sebagaimana pernyataan teman diatas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ... ?&lt;br /&gt;Satu yang pasti yaitu menjadi "tidak menjadi apa-apa"  atau "tidak ada" alias "NOTHING"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;~ sisipush ~&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-9220247196297793207?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9220247196297793207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9220247196297793207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2010/08/puasa-tindakan-idiotik-dan-nothing.html' title='&quot;Puasa&quot;, &quot;Tindakan Idiotik&quot;, dan &quot;NOTHING&quot;'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-1977010153565722957</id><published>2010-02-20T18:50:00.003+08:00</published><updated>2010-02-20T19:04:46.652+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemerdekaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anti pemerintah'/><title type='text'>Catatan kecil tentang politik</title><content type='html'>kosakata apa yang paling banyak dibincang oleh masyarakat kita kahir-akhir ini ?, mulai dari ibu-ibu di tempat arisan, pangkalan ojek dan sopir, di kantor-kantor, para mahasiswa hingga nenek-kakek yang sudah ompong sekalipun membicarakan kosakata "POLITIK". ya.. politik, media massa telah berhasil 'membooming-kan' praktik politik (baca;pemilu, pemilukada) melampaui gosip 'terpanas selingkuhan artis ' atau ulah 'selingkuh bupati dengan wakilnya' dan sejumlah kasus-kasus yang sempat hot dibincang di media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dalam arti sederhana adalah suatu ikhtiar untuk mencapai tujuan. politik dalam arti sempit dan  banyak di anut oleh para politisi adalah, bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasaan, dengan cara apapun, biasa disebut menghalalkan segala cara. nah, kalau memang begini kondisinya maka yang terjadi adalah persaingan, peperangan untuk meraih kekuasaan, akibatnya pasti ada yang menang, ada yang kalah. TIDAK mungkin terjadi win-win solution, NEVER kata Mario teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politik itu seni, seni meraih dan mempertahankan kekuasaan, lebih tepat disebut strategi/taktis merebut kuasa. meskipun kerapkali seni dijadikan alat politisi, masih ingat kan, istilah seni untuk politik atau seni untuk seni,. benar yang mana ya..,. terserah penilaian Anda,tapi bagiku baik seni ataupun politik kalau ia telah membelenggu nalar dan imajinasi maka sebaiknya mencari alternatif agar nalar dan imajinasi bisa bebas-merdeka. :-P. Praktik memperebutkan kekuasaan bukan hanya terjadi di ruang negara, dalam praktik korporasi pun nampak. misalnya perang software antara  Apple, microsoft, untuk menguasai pangsa pasar dan mearup untung tentunya.Bahkan generasi-generasi awal perang software yang terjadi kerap mempelintir kata-kata leonardo da Vinci, dalam film the Pirates of Silicon Valley, Steven Job (Apple) mengibarkan bendera bajak laut di depan kantornya (thinking_unsure).Tahukan bagaimana perilaku bajak laut.......!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apakah kita mesti terjebak dan merelakan diri tenggelam dalam arena yang menjengkelkan bahkan  memuakkan. menjengkelkan jika untuk mencapai tujuan (baca:kekuasaan)semata, fitnah dan kebohongan adalah santapan wajib oleh para politisi. Memuakkan jika para politisi itu memainkan dan mempermainkan IMAGINASI dan PIKIRAN kita, entah lewat Iklan ataupun media lainnya,di seret ke khayalan ilusi, janji-janji yang tak mungkin bisa mereka penuhi. lebih parah lagi dalam banyak kasus masyarakat kita dikonflikkan. Tujuannya bisa bermacam-macam, mengorbitkan(mempopulerkan) tokoh, atau militer perlu tambahan anggaran, atau mungkin dijadikan event oleh korporasi agar suatu regulasi(undang-undang) bisa berjalan mulus supaya media tidak sempat atau tidak menarik minat media meliput pembahasan undang-undang /aturan utamanya yang menyangkut harkat hidup orang banyak dan kontroversial (lihat hadirnya UU PMA, privatisasi air, migas dan pendidikan /BHP)serta kemungkinan-kemungkianan lain, yang kemungkinannya mendekati 99,9% ;-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik memang kejam !,&lt;br /&gt;demikian ungkap kebanyakan orang yang telah menjadi korban-korban politik. lalu, Adakah ruang politik yang tidak membutuhkan cost, korban yang besar. PASTI selalu ada solusi, demikian ajaran matematika.;-). Bukankah politik adalah seni mencapai tujuan. Seni itu indah, imajinatif, menggerakkan dan mampu menginspirasi banyak orang. Arena politik tidak mesti selalu dipanggung-panggung perebutan kekuasaan, politik juga bisa kita buat indah seindah cahaya rembulan di malam purnama, jika ia kita maknai sebagai ajang untuk memberi manfaat sebanyak mungkin kepada sebanyak-banyaknya orang, dimana kejujuran dan ketulusan adalah jubah kebesarannya. hal tersebut bisa kita wujudkan dalam praktik-praktik kolektif atau komunitas,organisasi mandiri, keluarga, dimana prinsip kerjasama kolektif, memberi manfaat, setiap orang bisa memberi saran usul dan rancangan kerja tanpa harus mengebiri hak individu orang yang "katanya demi kepentingan bangsa".Sebuah dunia tanpa tatanan kuasa-menguasai, tanpa WAKIL yang tak pernah mewakili kepentingan kita, tetapi brdasarkan kerelaan bekerjasama, karena tidak ada yang pantas menguasai atau mengontrol selain yang menciptakanMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika politik kita maknai seperti paragraf terakhir di atas, maka setiap orang bisa berpolitik tanpa partai politik. Bisa berbuat baik kapan, dimana saja tanpa harus menunggu instruksi atasan, atau program kerja.&lt;br /&gt;(nb, catatan kecil ini bisa dilanjutkan oleh siapa saja, pernah dimuat di zukozen.tk )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-1977010153565722957?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/1977010153565722957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/1977010153565722957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2010/02/catatan-kecil-tentang-politik.html' title='Catatan kecil tentang politik'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-8676131050109625961</id><published>2009-11-27T21:52:00.001+08:00</published><updated>2009-11-27T22:02:48.628+08:00</updated><title type='text'>Pengorbanan</title><content type='html'>Jangan lagi berpikir berlebihan terkait dengan bentuk-bentuk pengorbanan saat ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dalam semua kebudayaan dan kepercayaan-kepercayaan ada sebuah ritual pengorbanan yg sakral dan berdimensi spiritual. Bentuk-bentuk ritual pengorbanan inipun menuntut keikhlasan sebagai manifestasi keyakinan akan ritual pengorbanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak manusia menggunakan uang maka ritual pengorbanan tak lagi sakral dan sudah sangat jauh dari dimensi spiritual. Uang yang pada awalnya hanya untuk mempermudah manusia dalam melakukan transaksi-transaksi ekonomi kini betul-betul telah mempermudah manusia dalam berbagai hal, termasuk ritual-ritual kebudayaan dan kepercayaan. Ritual pengorbanan juga tak luput dari sentuhan kemudahan uang. Uang telah hadir di tengah-tengah ritual pengorbanan dan kehadirannya sungguh-sungguh telah mempermudah ritual pengorbanqan dan ini tentunya sangat berkesesuaian dengan kegunaan uang dan sama sekali tidak melenceng dari fungsi uang itu sendiri.&lt;br /&gt;Pengorbanan yang biasanya dekat dengan sesuatu yang paling dicintai sebagai konsekuensi atas kepercayaan yang diyakini kini tidak lagi menuntut hal itu. Meski ada kehadirann uang yang tidak secara langsung namun jika diuraikan secara terperinci maka akan terlihat betapa peran uang sangat besar didalamnya dan sangat mempermudah dalam melakukan ritual pengorbanan.&lt;br /&gt;Awalnya mungkin hanya bertujuan mempermudah namun pada gilirannya kemudahan itulah yang menjadi prioritas bahkan tujuan. Tak ada lagi kesakralan karena semua sungguh sangat mudah, tak ada lagi keikhlasan karena pengorbanan tak berhubungan lagi dengan sesuatu yang sangat dicintai, kalaupun ada argumen bahwa pengorbanan saat ini tetaplah memerlukan keikhlasan hal ini ada benarnya jika posisi uang saat ini memanglah sesuatu yang sangat dicintai. Jika memang uang telah menjadi sesuatu yang sangat dicintai maka semuanya sudah sangat jelas, pengorbanan tak lagi berdimensi spiritual. Jika tidak demikian adanya maka untuk melihat keikhlasan manusia saat ini, pengorbanan yang harus dilakukan adalah pengorbanan jiwa dan raga (atau diri manusia secara totalitas) sebab jika bukan uang maka jiwa dan raga manusialah yang menjadi hal yang paling dicintai manusia-manusia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berapa harga seekor kambing ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya bisa membeli seekor kambing sesuai dengan kemampuan saya untuk menunaikan ritual pengorbanan sebagai konsekuensi dari keyakinan saya dan saya ikhlas se-ikhlas ikhlas-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…...... hahahahahahahahahahaha … sudahlah semua tak lagi berarti saat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber Inspirasi : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Hari Perayaan Hari Raya Idul Qurban 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Kehidupan yang telah aku jalani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Buku “Sejarah Uang” Karya Jack Weatherford&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-8676131050109625961?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8676131050109625961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8676131050109625961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/11/pengorbanan.html' title='Pengorbanan'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7280696346166215692</id><published>2009-09-18T23:29:00.006+08:00</published><updated>2009-09-19T00:47:34.320+08:00</updated><title type='text'>MUDIK (semoga saja)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari lagi Lebaran, berduyun-duyun orang pulang ke kampung halaman tempat dimana secara biologis mereka dilahirkan. Mengunjungi orang tua, saudara, kerabat dan tetangga biologis mereka. Melihat itu semua sebuah pertanyaan muncul di kepala saya, adakah yang mudik ke kampung halaman jiwanya ? Tempat dimana jiwa murninya lahir. Tempat dimana jiwanya yang suci, liar dan genit masih terpelihara. Tempat dimana jiwanya belum tercemari oleh etika, moral, dan segala macam aturan yang diciptakan manusia untuk menguasai dan mengontrol yang lain. Tempat dimana segala macam peradaban belum mengotorinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkinkah ada manusia yang mudik ke sana ? mungkinkah ada manusia yang pulang ke kampung halaman jiwanya, menziarahi orang tua jiwanya ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di kampung halaman tempat dimana secara biologis mereka  dilahirkan, orang-orang bercerita banyak kepada bapak, ibu, saudara, kerabat, tetangga, teman-teman mereka tentang perjalanan hidupnya di perantauan. Mereka menceritakan pahit-getir kehidupan di perantauan. Mereka terkadang menangis atau tertawa di sela-sela cerita mereka. Begitulah romantisme pulang ke kampung halaman dimana mereka diliharkan secara biologis, namun adakah orang-orang yang kembali ke orang tua jiwanya sembari bercerita tentang pahit-getirnya kehidupan mereka sembari menangis atau tertawa ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga banyak jiwa-jiwa yang pulang ke kampung halamannya bertemu orang tua jiwa mereka dan semoga jiwa itu adalah jiwa-ku, jiwa-mu dan jiwa kita semua. Semoga jiwa-jiwa yang kembali  tidak menjadikan kepulangan yang membahagiakan itu sebagai sesuatu yang semu seperti semu-nya kebahagiaan ketika pulang ke kampung halaman dimana mereka dilahirkan secara biologis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semoga saja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini semua secara subjektif terlintas di pikiran kotorku saat menempuh perjalanan pulang ke rumah, diatas sebuah angkot sembari memperhatikan kesibukan orang-orang mempersiapkan diri menyambut lebaran. Hadir di sela-sela gambaran wajah-wajah lugu dan polos kemenakan-kemenakanku yang tak ku ketahui kelak mereka akan jadi apa, yang tak ku ketahui zaman yang nantinya akan mereka hadapi, yang tak ku ketahui kehidupan yang bagaimana yang akan mereka tempati hidup nantinya. aku hanya berharap jika mereka tak dapat atau tak ingin mengambil peran memperbaiki dunia yang rusak ini, semoga mereka tidak menjadi sumber bencana dan kehancuran bagi kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;By : anonim&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;* identitas penulis ada pada administrator&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7280696346166215692?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7280696346166215692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7280696346166215692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/09/mudik-semoga-saja.html' title='MUDIK (semoga saja)'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-8109817309869453602</id><published>2009-06-05T15:43:00.000+08:00</published><updated>2009-06-05T15:46:00.459+08:00</updated><title type='text'>Richard Stalman: Hari gene ga punya handphone</title><content type='html'>Berbicara di Universitas Lehigh minggu kemarin (tahun 2007), pendiri Free Software Foundation Richard Stallman mendorong audiennya untuk menjadikan open source tidak hanya prinsip dalam berkomputer, namun juga menjadikannya sebagai gaya hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai software komersial proprietary menyebabkan "user terpecah karena kita tidak dapat menggandakannya untuk membantu tetangga kita atau tidak berdaya karena kita tidak bisa melihat isi source codenya", imbuh Stallman. Richard Stallman sendiri mengaku dirinya tidak memiliki MP3 Player bahkan telpon selular. Kenyataannya, visionaris teknologi sekelas dirinya bahkan tidak menggunakan program - program komputer yang hampir kebanyakan orang pakai. Dalam cara pandang Stallman yang menyebabkan dirinya hanya memakai program free atau bebas copy saja, memandang file MP3 menjadi bermasalah karena player yang benar-benar free belum tersedia. "Saya mendengarkan audio CD", kata Stallman. Tentang telpon selular yang menggunakan software prorietary dia mengatakan, "Anda seharusnya tidak memakainya, bukan karena softwarenya saja, tapi juga karena telpon selular adalah peralatan yang dapat dilacak, bahkan ketika dimatikan sekalipun". &lt;br /&gt;Ketika dia memulai Free Software Foundation pada tahun 1985, dan menulis apa yang kemudian disebut manifesto dari Gerakan Free Software, saat itu gerakannya tidak memiliki musuh. Namun kini keadaannya telah berubah, ada banyak pencela dan penentang di luar sana. Bahkan di dalam komunitas GNU/Linux sendiri, ada yang mengkombinasikan proprietary dan free software dalam paketnya, yang membuat kabur garis batas etis yang memisahkan antara program free dan proprietary, tandasnya. Richard Stallman sendiri tidak menyukai hal ini. Baginya hanya sedikit distribusi GNU/Linux yang benar benar berisi free software tanpa proprietary software. Tiga diantaranya yg dia sebutkan adalah distro Ututo, Blag dan gNewSense. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Artikel : Majalah-Linux #1&lt;br /&gt;Sumber Asli   : LinuxInsider&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-8109817309869453602?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8109817309869453602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/8109817309869453602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/06/richard-stalman-hari-gene-ga-punya.html' title='Richard Stalman: Hari gene ga punya handphone'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-2784117816274639291</id><published>2009-02-19T12:00:00.006+08:00</published><updated>2009-02-20T18:24:25.497+08:00</updated><title type='text'>Semangat.............!</title><content type='html'>Bulan ini di lingkaran rtmcode di dunia maya setidaknya ada 2 hal yang dapat dijadikan inspirasi, utamanya para pengunjung setia blog komunitas tanah merah. pertama kru tm Ismail amin, penulis produktif, kembali menyemangati kita, lewat tulisannya yang dimuat di &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tribun-timur.com/read/artikel/11327"&gt; portal tribun timur&lt;/a&gt;. Berikut kutipan singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah-khutbah perlawanan Imam Khomeini kembali diperdengarkan, di antaranya yang paling sering adalah khutbah tahun 1963 yang membuatnya harus terbuang ke Turki, "Demi Allah, berdosalah orang yang tidak mau protes! Demi Allah, berdosa besar orang yang tidak mau berteriak, Adakah yang lebih buruk dari keterjajahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki Februari, rakyat Iran disibukkan oleh hari-hari peringatan revolusi. Hari kemenangan revolusi Islam 30 tahun lalu, bertepatan dengan 11 Februari tahun 1979, dalam penanggalan Iran tanggal 22 Bahman 1357 HS.&lt;br /&gt;Suasana gegap gempita dimulai dari sepuluh hari sebelumnya, yang merupakan hari kedatangan Imam Khomeini di Iran setelah pengasingannya di Perancis. Di seluruh pelosok negeri rakyat Iran melantunkan senandung kemenangan, Istiqlal, Ozodi, Jumhuri-e Islami (Independensi, Kebebasan dan Republik Islam).&lt;br /&gt;Gerakan massa yang dipimpin Imam Khomeini berhasil menumbangkan kekuasaan Rezim Syah Pahlevi. Kemenangan itu sekaligus membuktikan kekuataan massa tanpa senjata melawan rezim yang terkuat di Timur Tengah kala itu.&lt;br /&gt;Kemenangan revolusi Islam membuka lembaran baru bagi negara ini. Rakyat Iran memasang gambar-gambar Imam Khomeini, gambar para syuhada dilengkapi kata-kata perlawanan terhadap berbagai macam kezaliman dan penindasan.&lt;br /&gt;Bendera Iran yang di tengahnya bertuliskan kalimat La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) berkibar di mana-mana. Suasana revolusi 30 tahun silam memang sangat heroik, dan sulit untuk dilupakan rakyat Iran.&lt;br /&gt;Jutaan orang turun ke jalan dalam mobilisasi massa terbesar sepanjang sejarah revolusi-revolusi dunia, berhadapan dengan kekuatan militer terkuat kelima di dunia. Dalam pertempuran demi pertempuran sebelum dan pasca revolusi lebih dari satu juta rakyat Iran yang menjadi syuhada akibat perang revolusi ini.&lt;br /&gt;Kekuatan kolosal kaum ploretar yang tak pernah menjadi perkiraan pengamat politik, menjatuhkan rezim dinasti yang sempat dirayakan hari jadinya yang ke 2.500 tahun 1971 oleh Syah Pahlevi. Revolusi ini juga dikenal dengan sebutan Revolusi Bunga, sebab rakyat Iran menghadapi kekuatan militer Syah dengan lontaran bunga.&lt;br /&gt;Pada saat itu, Michel Foucault (cendekiawan Perancis) yang berada di Teheran menulis sebuah artikel berjudul, Mimpi Apa yang Dibayangkan Warga Iran. Disebutkannya, 10 bulan rakyat Iran berhadap-hadapan dengan rezim yang memiliki persenjataan paling lengkap dan personel polisi yang paling mengerikan di dunia. Itupun dengan tangan kosong dan tanpa melakukan perlawanan senjata, serta dengan keberanian dan tekad besar yang akhirnya mampu memukul militer.&lt;br /&gt;Dalam Revolusi Iran , agama menjadi poros dan motor penggerak perjuangan dan pengorbanan bangsa Iran . Pierre Blanche, wartawan Perancis yang melihat langsung partisipasi epik masyarakat Iran sekan-akan tidak percaya dan menyebut Revolusi Iran adalah Revolusi para Malaikat.&lt;br /&gt;selengkapnya baca &lt;a href="http://www.tribun-timur.com/read/artikel/11327"&gt;"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Noam Chomsky dikenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Yang justru kurang dikenal darinya adalah dukungannya yang terus menerus bagi tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle. berikut kutipan singkat wawancaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RBR:&lt;/span&gt; Pertama, Noam, Anda sudah cukup lama menjadi penganjur ide-ide anarkis. Banyak orang cukup akrab dengan kata pengantar yang Anda tulis pada tahun 1970 untuk Anarchism, tulisan Daniel Guerin, namun, baru-baru ini, misalnya  dalam film Manufacturing Consent, Anda mengambil kesempatan untuk menunjukkan kembali potensi anarkisme dan ide-ide anarkis. Apa sih yang membuat Anda tertarik pada anarkisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CHOMSKY:&lt;/span&gt; Saya tertarik pada anarkisme sejak masih muda, segera setelah saya mulai berpikir tentang dunia melampaui secara lebih luas, dan saya belum melihat alasan yang cukup untuk mengubah pemikiran awal saya tersebut. Saya pikir, adalah benar untuk mencari dan mengidentifikasi struktur kekuasaan, hirarki dan dominasi dalam semua aspek kehidupan, dan untuk menentangnya; kecuali ada pembenaran yang bisa diberikan terhadap hal tersebut, struktur-struktur tersebut tidak sah, dan harus dihancurkan, untuk meningkatkan lingkup kebebasan manusia. Itu mencakup kekuasaan politik, kepemilikan dan manajemen, hubungan laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak, kontrol kita terhadap nasib generasi mendatang (dorongan moral mendasar di belakang gerakan lingkungan hidup, menurut pandangan saya), dan masih banyak lagi. Tentu saja ini merupakan tantangan terhadap institusi raksasa koersi dan kontrol: Negara, tirani privat yang tidak bertanggung jawab yang mengendalikan hampir seluruh ekonomi, dan sektor-sektor lain, domestik dan luar negeri. Tapi, tidak hanya itu saja. Itu adalah apa yang selalu saya anggap sebagai inti anarkisme: keyakinan bahwa beban pembuktian mesti diletakkan di pundak otoritas. Bila tak dapat membuktikan argumen keberadaannya, otoritas tersebut harus dihancurkan. Kadang-kadang beban tersebut dapat dipenuhi. Jika saya sedang berjalan-jalan dengan cucu-cucu saya dan mereka tibatiba berlari ke tengah jalan yang ramai, saya akan menggunakan tidak saja otoritas, melainkan juga paksaan fisik untuk menghentikan mereka. Tindakan tersebut harus ditantang, namun saya pikir, tindakan tersebut dapat menjawab tantangan tersebut. Dan terdapat pula berbagai kasus lain; kehidupan merupakan sesuatu yang kompleks, kita memiliki sangat sedikit pemahaman terhadap manusia dan masyarakat, dan pernyataan yang luas pada umumnya lebih mungkin salah daripada benar, bahkan bisa membahayakan. Namun perspektif ini tetaplah valid, menurut saya, dan bisa membantu kita cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar generalisasi semacam itu, kita bisa mulai melihat permasalahan, dan di situlah pertanyaan mengenai kepentingan manusia dan keperdulian mulai muncul.&lt;br /&gt;yang berminat membaca hingga tuntas wawancaranya silahkan kunjungi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pustaka.otonomis.org/2008/10/07/noam-chomsky-marxisme-anarkisme-dan-harapan-untuk-masa-depan/"&gt;pustaka otonomis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bukanji admin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-2784117816274639291?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/2784117816274639291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/2784117816274639291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/02/semangat.html' title='Semangat.............!'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7880078706755117736</id><published>2009-02-05T14:33:00.003+08:00</published><updated>2009-02-05T14:51:06.092+08:00</updated><title type='text'>Belajar  berdemokrasi ala Wikipedia</title><content type='html'>Demokrasi adalah konsep yang sangat tua yakni Abad ke-6 sebelum Masehi sampai dengan pertengahan abad ke 4 sebelum Masehi dan di praktekkan di polis-polis (Negara kota) di Athena dan sekitarnya. “People” dalam konteks Yunani Kuno adalah warga Negara laki-laki.&lt;br /&gt;Demokrasi yang dikenal sekarang adalah perpaduan dari dua konsep yang sama sekali berbeda. Pertama, konsep demokrasi (demos dan cratein) yang memang berakar dari tradisi Yunani Kuno dan Kedua, konsep representasi yang berakar dari sistem feodal. Kedua hal ini menghasilkan apa yang disebut dengan Representative Democracy atau demokrasi perwakilan. Dalam perkembangan selanjutnya, lembaga ini berkembang menjadi salah satu kamar dalam parlemen negara-negara, seperti kelihatan nyata-nyata dalam parlemen tertua di dunia, yakni House of Commons dalam Parlemen Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda pembangunan demokrasi di banyak negara Dunia Ketiga saat ini tidak bisa dilepaskan dari proyek globalisasi ekonomi yang dimotori oleh negara-negara maju (Barat), yang secara aktual semakin mempolarisasi dunia ke dalam ruang-ruang ketidakadilan dan ke-tidaksetara-an (global spaces of injustice and inequality). Berbagai rezim pemerintahan di Dunia Ketiga menyepakati kepentingan untuk memfasilitasi tumbuhnya institusi dan praktek demokrasi yang memungkinkan ruang yang lebih luas bagi intervensi negara-negara Dunia Pertama sebagai pemberi donor dari proyek pembangunan di negara-negara Dunia Ketiga itu. Secara khusus, intervensi ini mewakili kepentingan ekonomi untuk mengorientasikan negara-negara Dunia Ketiga berintegrasi ke dalam sistem pasar global meskipun kondisi yang memungkinkan bagi proses integrasi itu tidak setara. Menurut Noam Chomsky (1996), kondisi ketidaksetaraan dalam globalisasi ini merupakan suatu agenda imperialisme mutakhir yang secara ironis difasilitasi oleh kanal-kanal (saluran) demokrasi dimana rezim pemerintahan terpilih sebagai representasi dari konsituennya. Jadi dapat dikatakan, efek politik representasi sangat memungkinkan membuka peluang bagi praktik-praktik demokrasi yang distorsif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi kerap disamakan dengan pemilu. Indonesia yang dianggap sebagai penyelenggara demokrasi “tersukses” sejak pemilu 2004. namun bersamaan dengan predikat tersebut jumlah penduduk miskin di Indonesia meningkat, ketidakpedulian pemerintah terhadap warga negara semakin nyata. Dan negara seolah tak peduli dengan warganya. Pemerintah lebih sibuk menjamu para investor/ pemodal, menyediakan hidangan undang-undang, regulasi dan semacamnya daripada memenuhi hak konstituennya. Benarkah demokrasi hanya melahirkan kesengsaraan bagi masyarakat ?, hanya sebagai alat eksploitasi rakyat dan sumber daya alam.&lt;br /&gt;Fenomena-fenomana yang terjadi semakin meneguhkan pandangan banyak kalangan bahwa Power tends to corrupt. Demokrasi perwakilan tidak mungkin dilaksanakan tanpa distorsi. Ketika para wakil rakyat sudah duduk di parlemen, maka mereka memiliki kepentingan yang relatif berbeda dari kepentingan yang diwakilinya. Seringkali, mereka berpendapat bahwa mereka lebih mengetahui apa yang terbaik untuk para pemilihnya. Hal ini akan mendistorsikan aspirasi. Ada beberapa alternatif yang dapat dijadikan wacana selain demokrasi perwakilan. upaya untuk meminimalisir distorsi aspirasi yaitu inisiasi warga, referendum dan recall. Alternatif lain yang harus dilakukan untuk mengkompensasi distorsi aspirasi dalam Demorasi Perwakilan adalah lembaga Promulgasi. Kira-kira, promulgasi itu sama dengan ketika para pengawal raja pada zaman kolonial pergi ke tengah pasar, membunyikan terompet dan membuka gulungan kertas serta mengumumkan titah raja kepada khayalak ramai. Alternatif lain adalah anarkisme.&lt;br /&gt;Berlainan dengan anggapan umum bahwa anarkisme adalah keadaan kacau balau, a-narchos berarti tanpa penguasa. Dalam filosofi anarkisme, istilah ini dipergunakan secara positif untuk menggambarkan masyarakat tanpa penguasa dan tanpa hukum yang segala sesuatunya diusahakan bersama secara sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alternatif-alternatif di atas. yang membutuhkan perjuangan panjang untuk mewujudkannya. Kita dapat belajar banyak dari Eksiklopedia raksasa, Wikipedia. Wikipedia yang diciptakan oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger pada tahun 2001 tumbuh dengan pesat. Kisah sukses Wikipedia merupakan contoh nyata dari apa yang disebut sebagai "collective wisdom from the crowd". Dimana, setiap orang dapat menyumbangkan artikel baru, artikel yang ada di Wikipedia dapat disunting dengan mudah. Artinya setiap orang dapat memberikan informasi yang benar atau salah. Namun nyatanya kredibilitas wikipedia tetap terjaga. Apa yang khas dari model sunting dan edit artikel di Wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh Wikipedia yaitu, pertama, adanya keragaman pendapat. Kedua,adanya kebebasan berpendapat, namun pendapat seseorang tidak ditentukan oleh pendapat orang-orang disekitar mereka.Tidak seperti kepanikan investor di pasar modal, atau ikutan yel-yel dalam kampanye politik atau demonstrasi. Ketiga, adanya Desentralisasi. Masing-masing orang mampu mengemukakan pendapat berdasarkan local knowledgenya.Ada hak otonom yang dimiliki oleh setiap individu untuk menentukan pendapat, sikap, ekspresi tanpa ada dominasi ataupun anjuran yang sifatnya mengikat dari atasan/pusat, yang mirip-mirip dengan doktrin, surat perintah dan semacamnya. Ciri yang terakhir adalah adanya metode yang baik untuk mengumpulkan pendapat masing-masing orang dan diolah menjadi sebuah KEPUTUSAN KOLEKTIF.&lt;br /&gt;Dengan demikian kita dapat mengurangi tangan-tangan Totalitarianisme.&lt;br /&gt;Pelajar yang baik adalah berupaya mempraxiskan pelajarannya (mail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamyin, pegiat di kios penguin makassar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wwww.zukozen.tk/"&gt;o-+&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7880078706755117736?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7880078706755117736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7880078706755117736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/02/belajar-berdemokrasi-ala-wikipedia.html' title='Belajar  berdemokrasi ala Wikipedia'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7701781115103910031</id><published>2009-01-10T20:11:00.002+08:00</published><updated>2009-01-10T20:25:35.954+08:00</updated><title type='text'>Pesan (meng-Guru-i)  buat Teman-temanku yang Menjadi Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SWiTs_bcg7I/AAAAAAAAAHI/LomIPT0fCCI/s1600-h/bg-foote.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SWiTs_bcg7I/AAAAAAAAAHI/LomIPT0fCCI/s400/bg-foote.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289640163496723378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah pekerjaan yang lebih mulia, atau yang lebih bernilai bagi Negara, &lt;br /&gt;dari pada mereka yang mengajar generasi yang sedang bertumbuh ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Cicero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maafkan saya jika harus memberi judul pada tulisan saya ini dengan Pesan …dst, saya tidak punya pembendaharaan kata selain itu. Iyalah, sangat tidak wajar jika saya, yang masih juga mahasiswa, memberikan pesan kepada mereka yang berprestasi ‘luar biasa’ telah menyandang gelar kesarjanaan dan telah pula diangkat menjadi guru. Setidaknya apa yang saya lakukan ini semoga sudi dijadikan sebagai bahan pemicu refleksi agar kita dapat secara subyektif melihat realitas dunia pendidikan kita sekarang, dan sepakat bahwa masalah pendidikan adalah urusan KITA semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kutulis sepenggal pesan untukmu sahabatku &lt;br /&gt;  Dariku yang rindu pengajar-pengajar yang ramah namun berwibawa&lt;br /&gt;  Yang tak sudi lagi ditumpulkan otaknya oleh penataran-penataran pesanan&lt;br /&gt;  Yang tak lagi berselingkuh dengan penerbit buku untuk dapat obyekan&lt;br /&gt;  Yang tak menerima dihinakan dengan gaji yang tak cukup&lt;br /&gt; Yang cinta pada muridnya tak kalah dengan kecintaan ibu pada anak kandungnya&lt;br /&gt; Yang sadar bahwa keunggulan otak meskipun penting tapi bukanlah segala-galanya&lt;br /&gt; Yang sadar bahwa tiap murid punya keunikan yang membedakannya dengan yang lain&lt;br /&gt; Yang memahami proses perkembangan peserta didiknya&lt;br /&gt; Yang mampu mendampingi muridnya untuk menemukan dirinya&lt;br /&gt; Yang kerelaannya berkorban tak lagi dimanipulasi gelar, pangkat dan golongan&lt;br /&gt; Yang iman dan ketaqwaannya mempesonakan dan menjadi teladan untuk murid-muridnya&lt;br /&gt;  Sobat, ajarilah mereka menempuh perjalanan menuju Tuhannya&lt;br /&gt;  Terimalah mereka dan cintai apa adanya&lt;br /&gt;  Jangan pernah larang mereka bermain dan bercanda&lt;br /&gt;  Tatap  mereka sebagai manusia yang sedang berproses&lt;br /&gt;  Bukan celengan apalagi perkutut&lt;br /&gt;  Pandanglah mereka sebagai mitra bukan bawahan ataupun babu&lt;br /&gt; Jadilah GURU bukan sekedar PENGAJAR&lt;br /&gt;  Pengajar sudah terlampau banyak di negeri ini&lt;br /&gt;   Sehingga sulit membedakan mereka dengan tempe&lt;br /&gt;                      Dan pengajar belum tentu guru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &gt;&gt;&gt; Pengajar identik dengan pekerjaan yang memiliki masa pensiun yang tahunya hanya mengajar bukan mendidik, sehingga mudah terjebak pada usaha meningkatkan kesejahteraan hidupnya terlebih dulu, lebih sibuk mengejar poin demi kenaikan pangkat dan golongan dan memandang muridnya sebagai bawahan, memfokuskan perhatian pada keunggulan otak murid-muridnya yang dinilai lewat ujian, test dan semacamnya, dan membatasi murid-muridnya hanyalah yang membayar uang sekolah atau uang pengajaran.  Sedang guru adalah profesi yang ditekuni sebagai panggilan jiwa dalam mempersiapkan benih-benih kepemimpinan bangsa di masa depan siapapun mereka, mereka menguasai pengetahuan tertentu dengan baik, punya kompetensi tertentu, dan punya sikap professional. Yang menjadi fokus perhatian mereka adalah kebenaran, keadilan, dan cinta kasih dalam pengertian yang seluas-luasnya. Dalam setiap perjuangannya tidak menganggap kedudukan, harta dan kekuasaan sebagai tujuan akhir tetapi menjadikan itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lebih mulia. Mereka tak mengenal kata pensiun, mereka akan terus menabur tanpa henti benih-benih kehidupan masyarakat bangsa dan ummat manusia untuk masa yang akan datang.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah teman-temanku, alhasil sebagai ‘kaum intelektual’ kita-kita memikul "hutang sejarah" untuk mengamalkan pengetahuan yang telah dikunyah-kunyah. Agar ia tidak berlalu begitu saja tanpa pesan dan kesan. Jika hutang itu tidak jua dilunasi, ia kelak menjadi bayang-bayang hitam yang mengganggu ketentraman batin, yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, ia akan selalu mengejar bagai kutukan.&lt;br /&gt;Tulisan ini mengajak kita gelisah dan resah ilmiah. Semoga ia berguna menjadi patron bagi kita tentang frame of reference dan field of experience dalam kancah pergulatan ilmu pengetahuan. Bukannya mengajarkan ilmu hanya sekedar untuk bekerja mencari uang melainkan untuk memanusiakan diri untuk lebih manusiawi dan bermanfaat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  &lt;br /&gt;Maafkan kalau ada yang salah dari pesan ini, &lt;br /&gt;Ayo segera jalan kawan ! Kembangkan diri menuju professional ! menjadi hamba yang dicintai dan mencintai… lebih senang memberi daripada menerima, lebih banyak berbuat dari sekedar berbicara..&lt;br /&gt;Yang tidak pelit memuji dan tidak boros menghujat… dan jadilah guru … bukan pengajar&lt;br /&gt;Ilalliqa’, semoga kami bisa segera menyusul, raih sukses dunia untuk akhirat yang abadi….&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bisshawwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail Amin, sementara di Iran&lt;br /&gt;Pernah ikut-ikutan teman kuliah di UNM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7701781115103910031?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7701781115103910031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7701781115103910031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2009/01/pesan-meng-guru-i-buat-teman-temanku.html' title='Pesan (meng-Guru-i)  buat Teman-temanku yang Menjadi Guru'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SWiTs_bcg7I/AAAAAAAAAHI/LomIPT0fCCI/s72-c/bg-foote.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-9201299522521175795</id><published>2008-12-30T14:13:00.004+08:00</published><updated>2008-12-30T14:33:22.973+08:00</updated><title type='text'>...............no title.................</title><content type='html'>Menjelang pergantian tahun, suasana di kios penguin sebutan untuk tempat ngumpul  ‘komunitas tanah merah’. Tidak ada yang begitu istimewa setidaknya ada tiga aktivitas. Pertama beberapa senior-senior mantan pembesar organisasi mahasiswa Islam terbesar yang memesan aksesoris pemilu 2009. hal lain adalah service HaPe dan instalasi dan konsultasi Linux khusus yang baru migrasi. :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak tiga hal di atas tidak ada yang istimewa, karena kami memang hanya orang biasa-biasa yang kadang melakukan hal yang tak biasa. Ada yang menarik menurutku dari hal yang pertama diatas. Diskusi para caleg yang bertandang ke kios seolah mengukuhkan pandangan kami bahwa PARTAI POLITIK atau POLITISI AMAT SANGAT TIDAK BISA DIPERCAYA akan MEMPERBAIKI KEHIDUPAN KAMI(MUNGKIN JUGA KITA SEMUA). selaku pendengar yang baik, sekaligus mengamalkan ajaran sokrates yang mengatakan bahwa kita diberi 2 telinga untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Saya dan teman hanya senyum-senyum mendengar diskusi mereka tentang pembuatan regulasi yang _katanya memihak pada rakyat_, APBD pro rakyat. Sesekali kami co’do (komentar yang sedikit nyeleneh) mengomentari diskusi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang caleg bertutur berpartai politik hanya sekedar main-main, dagang sapi apalagi sistem multi partai plus diperparah dengan kondisi masyarakat yang kebablasan memaknai demokrasi. jadi untuk perbaikan NONSENCE,. sejenak kuberpikir berapa banyak caleg yang mempunyai pikiran yang sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi hanya dipahami sekedar memberi suara di tps…. Tidak..tidak…sungguh tidak. Kotak suara di TPS tidak mampu menampung mimpi-mimpi kami, kotak suara di tps nda cukup untuk demokrasi yang begitu luas. teman, sahabat dan senior bukannya kami ngga senang dengan cita-cita kalian untuk mewujudkan indonesia yang lebih, selamat berjuang. kami hanya belum bisa percaya dengan partai politik. lalu apa yang mesti diperbuat... ada teman yang bilang __mari kita lupakan PEMILU dan tidur lebih indah daripada ke TPS... he..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oia... yang mau melanjutkan tulisan ini, &lt;br /&gt;silahkan kirim naskahnya ke rtmcode@yahoo.co.id atau che_aam@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-9201299522521175795?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9201299522521175795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9201299522521175795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/12/no-title.html' title='...............no title.................'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7766926349883962529</id><published>2008-10-12T22:13:00.007+08:00</published><updated>2008-10-12T22:39:44.125+08:00</updated><title type='text'>keUNIKan LINUX</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SPIJzMHqPGI/AAAAAAAAAFA/M3sKIo3rpCk/s1600-h/astur-linux-penguin_logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SPIJzMHqPGI/AAAAAAAAAFA/M3sKIo3rpCk/s320/astur-linux-penguin_logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256274490126122082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengguna LINUX makin bertambah dari hari kehari, sejumlah forum/ Open Source Movement semakin ramai, pelatihan seputar Linux lumayan banyak mulai dari pengenalan OSS hingga TOT. Postingan ini mungkin sangatlah sederhana, mungkin juga sudah ada yang pernah baca disumber lain seperti di InfoLINUX. Salah satu alasan kenapa tulisan ini diposting, karena banyaknya teman-teman yang bertanya tentang keUNIKan Linux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang mengatakan bahwa Linux dapat diandalkan dan memiliki tingkat security yang cukup baik. Tambahan lain yaitu Linux yang relatif murah, mudah didapatkan di internet, dan secara periodik di'update' dengan periode yang cukup singkat dan dikembangkan dengan teknologi yang baru. Dengan kata lain Linux selalu mengikuti perkembangan teknologi computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux gratis.&lt;/span&gt; Pikirkan Anda mendapat "minuman gratis". Linux itu 100% gratis, bukan shareware. Meminjam kopian Linux dan menggunakannya pun masih termasuk legal, atau membeli CD-ROM Linux dengan hanya mengganti biaya pembakaran CD dan mungkin beberapa benda lain (manual, aplikasi bonus, dukungan teknis dan lain-lain). Linux bahkan dapat diambil lewat Internet tanpa biaya tetapi akan menghabiskan waktu dan biaya pengambilan yang tidak murah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Linux siap pakai.&lt;/span&gt; Sistem operasi lain memberikan aplikasi awal yang sangat sedikit, mungkin editor teks, aplikasi grafis sederhana dan beberapa permainan dan pengguna harus membeli aplikasi-aplikasi tambahan lainnya. Linux memberikan hampir semua yang pengguna butuhkan dan inginkan, antara lain: variasi editor teks, aplikasi grafis kompleks, browser, permainan, aplikasi kantor, aplikasi network, kompiler, video, audio dan masih banyak lagi dalam satu paket distribusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux mudah diinstal.&lt;/span&gt; Pasti banyak orang yang protes mengenai hal ini karena mitos umum adalah Linux sangatlah sulit untuk diinstalasi, tetapi mungkin ini adalah Linux 3 atau 4 tahun lalu. Bacalah instruksi dengan baik dan ketahuilah jenis perangkat keras yang dipunyai maka Tidak ada hal yang menjadi sulit. Beberapa kesulitan dapat diatasi dengan berdiskusi antar pengguna Linux baik melalui mailing list atau pun menghubungi Kelompok Pengguna Linux di kota masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linux multitasking. Linux dapat menjalankan beberapa aplikasi dalam waktu yang sama dan masing-masing aplikasi juga dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama (multithreading)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux multiuser.&lt;/span&gt; Lebih dari satu orang dapat memakai Linux pada saat yang bersamaan dan hal ini tentunya dilakukan dalam lingkungan jaringan computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux handal.&lt;/span&gt; Linux dapat menangani situs web yang mendapat akses jutaan per hari. Dengan tambahan peralatan Linux dapat berkompetisi dengan superkomputer berharga jutaan dolar. Banyak komputer Linux yang berjalan selama tahunan tanpa pernah sekalipun crash dan ini menunjukkan kehandalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux fleksibel.&lt;/span&gt; Linux tidak peduli apabila dipakai bukan dengan komputer terhebat di pasaran. Ia berjalan dengan baik dengan apapun yang ada misalnya dengan komputer 486 dan memori 8MB. Linux juga dapat berjalan dengan harddisk 50 MB tanpa grafis bahkan untuk sekedar perawatan Linux dapat berjalan dengan hanya satu disket saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Linux kompatibel.&lt;/span&gt; Linux dapat dijalankan di berbagai jenis komputer seperti 386/486/Pentium PC, Macintosh dan PowerPC bahkan komputer Alpha dan SPARC. Linux juga mampu menangani multi prosesor dan mampu menangangi hampir semua kartu audio dan video. Linux dapat diinstalasi di harddisk berisi Windows/DOS (selama masih ada ruang sisa) dan tidak mempengaruhi kinerja keduanya. Linux punya tampilan grafis. Banyak orang  (terutama reporter) sepertinya berpikir bahwa Linux itu tidak mempunyai tampilan grafis. Padahal tidak hanya mempunyai satu GUI (graphical user interfaceI), tapi Linux mempunyai lusinan GUI. Ingin tampilan seperti Windows 3X, Windows9X, atau Macintosh, Linux bisa menyediakannya.&lt;br /&gt;Linux aman. Selain fakta keuntungan keamanan jaringannya, Linux juga aman untuk pengunaan rumahan. Hanya dengan beberapa persiapan sekuriti dan sistem rumahan akan aman terhadap virus, lagipula virus tidak dapat mengganggu banyak pada komputer Linux. Apabila pengguna menciptakan user account sendiri untuk penggunaan sehari-hari makan sangatlah mustahil untuk melakukan sesuatu yang bodoh seperti memformat harddisk tanpa sengaja.&lt;br /&gt;Linux bebas. Tidak seperti sistem operasi pada umumnya, Linux adalah aplikasi gratis. Untuk tambahan penjelasan pertama diatas maka pikirkan "kebebasan berbicara". Linux disebarkan dengan kode program-nya. Mungkin ada yang berpikiran, "Untuk apa? Saya bukan pemrogram!" Tetapi dengan terdistribusinya kode pembuatan maka tidak ada pihak yang dapat mematikan Linux dengan alasan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linux tidaklah sempurna. Tidak akan jujur sebuah pernyataan apabila tidak mengungkapkan kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan Linux maka pengguna dapat mengetahui sejauh mana Linux dapat dikembangkan dan jangan khawatir dari hari ke hari kelemahan Linux makin berkurang (terbukti dengan GUI Linux). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya UNIX dibuat untuk keperluan komputer yang akan didedikasikan sebagai SERVER, sedangkan Linux, tanpa melupakan keunggulannya dalam networking, Linux tetap terus mengembangkan diri sebagai Operating System sebagai Server, tetapi Linux juga mengembangkan diri ke arah Operating System yang mampu dijadikan sebagai Workstation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7766926349883962529?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7766926349883962529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7766926349883962529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/10/keunikan-linux.html' title='keUNIKan LINUX'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SPIJzMHqPGI/AAAAAAAAAFA/M3sKIo3rpCk/s72-c/astur-linux-penguin_logo.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-4053383407447579305</id><published>2008-08-07T13:15:00.009+08:00</published><updated>2008-08-07T13:56:43.267+08:00</updated><title type='text'>GENERASI TELEVISI DAN KEJAHATAN KOMERSIALISASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SJqKQdv9nTI/AAAAAAAAAEo/aubizTSM9pU/s1600-h/GIZI+TV.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SJqKQdv9nTI/AAAAAAAAAEo/aubizTSM9pU/s320/GIZI+TV.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231645932612590898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;Halo..halo.. semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Beberapa waktu yang lalu di MILIS RTMcode didiskusikan tentang “&lt;b&gt;SELAMATKAN BUMI MULAI DARI DAPUR”.&lt;/b&gt; Dilanjutkan diskusi dengan beberapa teman baik melalui chating, share artikel yang dipublikasikan oleh media public ataupun blog komunitas dan pribadi. Seperti yang dilakukan oleh partisipan Ismail Amin yang menulis tentang &lt;a href="http://abi-azzahra.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;“Vegetarian”&lt;/b&gt;  &lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada juga yang memberi ide melalui shoutbox RTMCode. Rentetan diskusi akhirnya terkoneksi antara ide yang satu dengan yang lainnya dan menemukan titik simpulnya dalam term antikonsumerisme, vegetarian, komersialisasi, sainstek, simulacra dan lain-lain yang punya koneksi dengan kehidupan manusia. Berikut beberapa nukilan semoga dapat menjadi inspirasi untuk meraih hidup yang sebenarnya hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 148.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:14;"  &gt;&lt;big&gt;“war is peace,&lt;br /&gt;ignorance is strength,&lt;br /&gt;freedom is slavery.&lt;/big&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Slogan Big Brother dalam 1984, karya George Orwell&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Di rumah-rumah sakit brengsek… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;.. di rumah-rumah sakit orientasinya duit, banyak pasien menjerit karena biaya mencekik, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;ngomong soal profesi uang yang diutamakan, janjinya kemanusiaan tapi ….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;..ternyata sumpah dan janji hanyalah kata-kata, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Verdana;font-size:14;"  &gt;kau hianati negeri ini atas nama profesi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;…&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; ternaya banyak penjahat berpakaian rapi,… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;ternyata banyak penjahat dinegeri ini&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(benar-benar rumah sakit oleh MARJINAL)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:14;color:red;"   &gt;Hedonisme rasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; membungkam ratapan tubuh yang haus makanan sehat. Komersialisasi di era global adalah soal biasa. Tetapi ketika melibatkan jenis pangan dan pelayanan kesehatan paling dasar, apalagi menyangkut hidup mati orang, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:16;color:red;"   &gt;komersialisasi adalah sebuah kriminalitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;big&gt;GIZI GENERASI TELEVISI&lt;/big&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;SAYA terenyak ketika sopir taksi yang saya tumpangi mengeluh. Uang dua puluh ribu rupiah yang dibawanya pulang habis dalam sehari untuk jajanan kedua anaknya yang masih di bangku SD. Lebih mencengangkan lagi ketika ia menyebutkan berbagai merek jenis makanan kemasan yang menjadi favorit anak-anak itu. Mereka sudah tidak pernah mau menyentuh sayur kecuali dipaksa dan diancam.&lt;br /&gt;Aneka rasa makanan dalam aneka kemasan menawan merambah warung-warung kecil.&lt;br /&gt;Paha ayam dan irisan sayur hijau-cukup berupa gambar pada bungkusnya-serta pernyataan “diperkaya oleh mineral dan zat gizi” ampuh mendongkrak nilaijual. Padahal, kompleksitas kebutuhan gizi manusia jelas melampaui angka yang tertera. &lt;span style="color:blue;"&gt;Pernah, seorang artis cilik dalam iklan televisi menepis buah jeruk asli demi dagangan terbarunya: serbuk minuman artifisial beraroma jeruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;a name="more_178"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Masalah busung lapar pertama-tama adalah masalah ketidakadilan ekonomi. Situasi ini diperparah dengan terpesonanya pemerintah oleh investasi pelbagai produk industri pangan. Bukan hanya abai terhadap tanggung jawabnya menyediakan pangan bersubsidi bagi kaum miskin dan memberikan pendidikan pangan yang adil serta mendasar (baca: bebas kepentingan investasi produk industri pangan), pemerintah juga tidak lagi mencermati hasil- hasil penelitian tentang korelasi produk teknologi pangan dan dampaknya di kemudian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:14;color:blue;"   &gt;Kenyang semu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pemenuhan kebutuhan gizi manusia sehat bersumber dari alam tergilas keberingasan investasi industri pangan. Pasar banjir oleh &lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;refined foods&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dengan segala risikonya, termasuk meningkatkan penyakit kardiovaskuler, menekan daya kekebalan tubuh, mencetuskan reaksi peradangan tersembunyi dan rasa sakit kronis. Sudah bertahun-tahun Barry Sears- pakar biokimia dan nutrisi-menjadi musuh bebuyutan industri pangan Amerika Serikat karena pemaparannya.&lt;br /&gt;Dengan minimnya pengetahuan tentang makanan sehat, bagaimana masyarakat dapat membuat pilihan bijak? &lt;span style="color:blue;"&gt;Terpesona akan tayangan iklan makanan, bangsa yang kini lebih mahir menonton televisi ketimbang membaca menjadi ladang subur bagi tumbuhnya “makanan dagang”.&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Seorang ibu akan merasa lebih berdosa bila tak mampu membeli susu dan biskuit anjuran iklan ketimbang memberi dua potong tempe dan sepiring sayur bayam yang bisa dikonsumsi tiga kali sehari.&lt;/span&gt; Pernah seorang ibu miskin bersikukuh memberikan susu kaleng kepada anak balitanya. Jadilah satu sendok teh bubuk susu terlarut dalam dua ratus cc botol bayi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tidak ada kebijakan dan intervensi pemerintah saat ini yang sanggup membendung komersialisasi pangan menyesatkan, bahkan pantas dituding sebagai salah satu penyebab malnutrisi. Minimnya informasi mengenai sumber pangan sehat yang terjangkau semua lapisan jelas mencerminkan kekalahan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);font-family:Verdana;font-size:14;"  &gt;food for &lt;a href="http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1432.0" target="_top"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Internetlink"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);" lang="X-NONE"&gt;health&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="KonaLink0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; dalam perang melawan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:14;color:red;"   &gt;food for commerce&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; yang tengah mengambil korban rakyat jelata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;Malnutrisi tidak lagi melanda mereka yang sungguh-sungguh miskin, tetapi juga yang miskin pengetahuan kesehatan sebenarnya, yang sirna oleh simulacra kecanggihan sains. Kita sibuk mencari &lt;a href="http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1432.0" target="_top"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Internetlink"&gt;&lt;span style=";font-size:9;color:blue;"  lang="X-NONE" &gt;virus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="KonaLink1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt; baru atau mutasinya sebagai penyebab penyakit yang tiba-tiba mencuat menjadi perhatian massa. Mengapa tidak mencermati pertanyaan ini: Bagaimana daya tahan tubuh manusia diserang?&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bukan suatu kebetulan bahwa dalam rentetan penyakit virus-sebutlah &lt;a href="http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1432.0" target="_top"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Internetlink"&gt;&lt;span style=";font-size:9;color:blue;"  lang="X-NONE" &gt;SARS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="KonaLink2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;, flu burung, demam berdarah dengue, polio- ujungnya mendapat gong besar: busung lapar. Daya tahan kekebalan tubuh menderita secara kronis hingga anjlok ke titik paling rendah-dan saat itu serangan penyakit mendera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps; color: rgb(51, 153, 102);font-family:Verdana;" &gt;Sirnanya keprofesian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;Kita berada di puncak kejenuhan antara keserakahan dalam bentuk komersialisasi dan tuntutan alam yang senantiasa menghendaki kesetimbangan serta harmoni. Simulacra menggiurkan tengah “mengenyangkan” perut bangsa ini, dari lapisan massa yang “kurang berpendidikan” hingga mereka yang berprofesi pemberi&lt;br /&gt;jasa pelayanan masyarakat. Berbagai masalah kesehatan tidak lagi ditangani melalui cara berpikir rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemenuhan prosedur menjadi jauh lebih utama.&lt;br /&gt;Padahal, begitu banyak prosedur masih bertabrakan dengan berbagai kepentingan. Wajar jika seorang ibu perlu membawa pulang bayinya yang busung lapar dari rumah sakit hingga mati di rumah karena biaya rumah sakit sudah tak tertanggungkan. Rumah sakit dalam hal ini selalu tampak “benar”. Mereka&lt;br /&gt;punya surat sakti: tanda tangan pasien menolak rawat atau “pulang paksa”. Apa pun alasannya. Sistem pelayanan kesehatan dan pemerintah pun terbebas dari&lt;br /&gt;tanggung jawab moral.Kepentingan komersial meluluhlantakkan aspek moral dan pelayanan yang bersifat&lt;br /&gt;lege artis (sesuai dengan keprofesian). Privatisasi Rumah Sakit Umum Daerah adalah fenomena terpentalnya pemerintah sebagai penyelenggara public service dalam kinerja infrastruktur, untuk lalu terperangkap dalam laissez faire.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps; color: rgb(255, 102, 0);font-family:Verdana;font-size:13;"  &gt;Horornya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt; privatisasi dianggap dengan sendirinya “meningkatkan kualitas”.&lt;br /&gt;Caranya, biarkan rumah sakit saling bersaing termasuk menjejalinya dengan alat kesehatan berteknologi canggih yang mengakibatkan biaya pelayanan melonjak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;Kemana akan pergi si miskin busung lapar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsi Jacobalis, mantan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, pernah mengatakan, sains makin didominasi teknologi, sedangkan teknologi makin didominasi motivasi mencari laba. &lt;b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;font-size:13;color:blue;"   &gt;Artinya, sains dan teknologi cenderung menjadi alat kekuasaan bisnis global.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;font-size:14;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;Adakalanya teknologi canggih digunakan bukan atas indikasi medik yang mutlak, melainkan demi pengembalian modal investasi alias kredit bank yang dpergunakan membeli alat itu.&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;Dalam “RS Indonesia Tak Siap Bersaing” (Kompas, 22/12/2004) tersingkap lebar testimoni memalukan. Nyawa manusia dipertaruhkan demi kepentingan-kepentingan yang sulit diterangkan.&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Kriminalitas komersialisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-variant: small-caps;font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;Menangani busung lapar secara terpadu adalah satu hal. Tetapi tanpa keseriusan pendidikan yang adil tentang pangan sehat plus murah, terutama tanpa ketegasan pemerintah menangani komersialisasi pangan, ancaman malnutrisi tidak berhenti. Pemberdayaan masyarakat agar mampu menentukan dengan bijak kelangsungan hidupnya adalah kewajiban pemerintah yang tak bisa dielakkan. Bukan hanya menggratiskan biaya perawatan. Jika sehat, masyarakat tidak perlu rumah sakit.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini mengandaikan media bersedia mendidik ulang selera pasar dan gaya hidup. Sumber &lt;a href="http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1432.0" target="_top"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Internetlink"&gt;&lt;span style=";font-size:9;color:blue;"  lang="X-NONE" &gt;protein&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="KonaLink3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt; bayi yang terbaik bukan biskuit dengan kemasan bergambar bayi montok kebule-bulean. Makanan instan yang didistribusikan saat bencana alam bukan dewa penolong modern ketimbang dapur umum zaman lauk tempe dan sayur asem. Bangsa ini memang sedang diracuni komersialisasi teknologi pangan.  &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;gizi generasi televisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:18;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;ditulis Tan Shot Yen Seorang Dokter, Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-4053383407447579305?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4053383407447579305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4053383407447579305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/08/generasi-televisi-dan-kejahatan.html' title='GENERASI TELEVISI DAN KEJAHATAN KOMERSIALISASI'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SJqKQdv9nTI/AAAAAAAAAEo/aubizTSM9pU/s72-c/GIZI+TV.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-5265572541107804921</id><published>2008-07-03T11:21:00.003+08:00</published><updated>2008-07-03T11:28:46.080+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_y4BAbczor50/SGxGuzdYDHI/AAAAAAAAAEY/ZedqDcxYZ4s/s1600-h/BEATLES-Revolution.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_y4BAbczor50/SGxGuzdYDHI/AAAAAAAAAEY/ZedqDcxYZ4s/s200/BEATLES-Revolution.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218623838116908146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena sekarang banyak orang yang teriak "REVOLUSI !!!" maka kayaknya lagu Revolution-nya The Beatles harus di dengar lagi. Selain musiknya yang memang keren, lirik lagu ini juga radikal dan melampaui zamannya.&lt;br /&gt;Tidak percaya ... Simak saja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;REVOLUTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You say you want a revolution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;We all want to change the world&lt;br /&gt;You tell me that it's evolution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;We all want to change the world&lt;br /&gt;But when you talk about destruction&lt;br /&gt;Don't you know you can count me out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't you know it's gonna be alright&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You say you got a real solution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;We don't love to see the plan&lt;br /&gt;You ask me for a contribution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;We're doing what we can&lt;br /&gt;But if you want money for people with minds that hate&lt;br /&gt;All I can tell you is brother you have to wait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't you know it's gonna be alright&lt;br /&gt;Alright, alright, al...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You say you'll change the constitution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;We all want to change your head&lt;br /&gt;You tell me it's the institution&lt;br /&gt;Well you know&lt;br /&gt;You better free your mind instead&lt;br /&gt;But if you go carrying pictures of Chairman Mao&lt;br /&gt;You ain't going to make it with anyone anyhow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't you know know it's gonna be alright&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;Alright, alright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk kaum revolusioner, harap jangan tersinggung. Kalau tersinggung, yah sudahlah itu urusan anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-5265572541107804921?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/5265572541107804921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/5265572541107804921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/07/karena-sekarang-banyak-orang-yang.html' title=''/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_y4BAbczor50/SGxGuzdYDHI/AAAAAAAAAEY/ZedqDcxYZ4s/s72-c/BEATLES-Revolution.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-6800085269027961758</id><published>2008-06-26T13:18:00.001+08:00</published><updated>2008-06-26T13:21:11.060+08:00</updated><title type='text'>Nasionalisasi ??????????</title><content type='html'>Ditengah banyak pengusaha-pengusaha asing yang berinfestasi di negeri ini, mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan yang dikuasai oleh pengusaha asing. Karena itulah maka kemunculan ide nasionalisasi aset-aset asing tentulah sebuah hal yang memang pantas hadir. Jika kita melihat sejarah maka kita akan menemkan fakta bahwa ide dan pelaksanaan nasionalisasi bukanlah hal yang baru. Dalam konteks indonesia, nasionalisasi pernah dilaksanakan pada era pemerintahan soekarno. Pegambil-alihan bank-bank belanda dan pabrik timah bangka adalah dua contoh nasionalisasi yang dilakukan oleh soekarno atas aset-aset asing. Di era soeharto, pengambil-alihan dan penguasaan aset-aset orang-orang  cina oleh negara merupakan praktek dari ide nasionalisasi dalam konteks orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Secara sepintas tuntutan nasionalisasi adalah sebuah kemajuan berpikir dari para politisi setelah mengalami kemandulan pada tuntutan reformasi. Nasionalisasi sebagai reaksi atas proses kapitalisasi memang dapat memberikan harapan baru akan keadilan namun harus disadari bahwa nasionalisasi hanya akan memberikan harapan jika prasyarat-prasyarat nasionalisasi terpenuhi. &lt;br /&gt;Kehadiran dewan-dewan pekerja yang akan menjadi pemilik dari aset-aset yang telah dinasioalisasi adalah salah satu syarat penting yang harus ada. Dengan adanya dewan-dewan pekerja maka nasionalisasi tidak akan berujung pada pengambil-alihan dan penguasaan aset-aset asing oleh negara. Jika pengambil-alihan dan penguasaan aset-aset asing oleh negara maka hal yang pasti tercipta adalah kapitalisme negara.&lt;br /&gt;Sebelum dilaksanakan nasionalisasi, konsep nation (bangsa) harus jelas sehingga ketika kita berbicara tentang nasionalisasi maka kita tidak berbicara soal state (negara). Jika kita telah dapat memproporsionalkan pembicaraan nasionalisasi maka jelas kita akan berbicara seputar penguasaan aset-aset oleh rakyat dan bukan oleh negara. Penguasaan oleh rakyat ini kemudian akan menuntut adanya pembicaraan seputar pengelolaan, pembicaraan inilah yang mau tidak mau harus diselesaikan sebelum proses nasionalisasi dijalankan. Tanpa adanya konsep pengelolaan alternatif yang jelas maka kecenderungan yang muncul adalah kembalinya penguasaan oleh negara dan itu berarti jalan menuju kapitalisme negara akan kembali terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-6800085269027961758?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/6800085269027961758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/6800085269027961758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/06/nasionalisasi.html' title='Nasionalisasi ??????????'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-954336732781864819</id><published>2008-04-25T13:22:00.003+08:00</published><updated>2008-05-23T07:09:55.329+08:00</updated><title type='text'>Matilah HAKI, Panjang Umur GPL</title><content type='html'>Ketika para bangsawan sibuk berperang mengikuti nafsu keserahanan mereka guna memperluas daerah kekuasaan, mereka terus berdagang dan berdangan untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Akibat dari peperangan yang berkepanjangan para bangsawan kehabisan biaya, lalu mendekatlah mereka menawarkan bantuan biaya maka jadilah mereka sekutu yang baik dimana mereka sebagai penyandang dana untuk membiaya angkatan perang si bangsawan dengan imbalan diberikannya mereka keleluasaan dibidang perdagangan. Waktu terus berjalan hingga mereka semakin mapan dan menuntutlah mereka persamaan hak diwilayah politik yang berarti tuntutan untuk diberi peluang berkuasa secara penuh atas tatanan social, lahirlah sisem demokrasi yang terus berkembang hingga lahirlah mekanisme pemilihan umum dan itu berari terbukalah peluang bagi mereka untuk berkuasa. Karena memiliki sumber daya yang sangat besar hasil dari proses pengumpulannya yang sangat lama, akhirnya merekalah yang menjadi penguasa menyingkirkan para bangsawan.&lt;br /&gt;Kini mereka telah menguasai alat-alat produksi dan kekuasaan telah berada di tangan mereka. Penguasaan alat-alat produksi dan kekuasaan  itu rupanya tidak memuaskan mereka karena pengetahuan manusia belum  dapat mereka kuasai dan itu berarti penemuan-penemuan yang dapat lahir dari pengetahuan manusia masih bebas tak bertuan dan tidak ada jaminan mereka yang kelak akan menguasainya. Terbersitlah konsep kekuasaan pribadi atas ilmu pengetahuan yang berarti segala hasil dari ilmu pengetahuan itupun menjadi milik mereka. Lahirlah “Hak Atas Kekayaan Intelektual” (HAKI) sebagai solusi atas ancaman atas kekuasaan mereka. Dengan berbagai alasan (pembenaran) mereka menghasut orang-orang untuk mendukung konsep HAKI. Orang-orang yang terhasutpun membela mati-matian HAKI dengan harapan-harapan semu “adanya perlindungan hasil karya seseorang”, “adanya penghargaan atas hasil karya seseorang” dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain (semua harapan-harapan semu lainnya). Orang-orang itu tidak pernah sadar akan apa yang sebenarnya ada dibalik HAKI. Jika HAKI dibenarkan maka ketika seseorang memperbanyak sebuah buku dan menyebarkannya secara gratis karena menurutnya buku tersebut sangat bagus dan harus dibaca oleh semua orang maka orang tersebut akan dituntut karena melakukan pembajakan meskipun tujuannya sangat mulia (bukan profit). Jika suatu seseorang mengembangkan sebuah teknologi baru berdasarkan atas teknologi yang sudah ada maka diapun akan dituntut karena melakukan pembajakan atas hasil karya orang lain. Dengan demikian maka apakah ini yang akan membawa perkembangan dan perbaikan kehidupan masyarakat. Masalah lainnya adalah mengapa hasil karya seseorang harus selalu dihargai dengan hal-hal material (seperti uang). Kecenderungan manusia bukan pada uang melainkan berbuat untuk orang lain. Yang membuat manusia cenderung kepada uang adalah mereka yang memang sedari awal terus mengumpulkan kekayaan terus menerus. Praktek bekerjasama dan saling menolong mungkin saat ini sangat susah ditemukan prakteknya didunia nyata ini tapi paling tidak hal itu bukan lagi sebuah konsep yang absurd dan utopis sebab para aktivis open source  telah menerapkan hal itu meski masih di dunia cyber dengan GPL-nya (Genegal Public Licence), dimana hasil-hasil karya mereka sepenuhnya ditujukan untuk membantu orang lain yang membutuhkan bukannya uang dan kepemilikannya diserahkan kepublik. Stallman (pendiri Free Software Foundation) mengatakan GPL berusaha melawan kepemilikan pribadi dengan konsep kepemilikan bersama oleh public. Menurutnya GPL tidak menolak hak paten, justru dengan hak paten itulah mereka melindungi karya-karya open source agar tetap free dan kepemilikannya tetap berada pada public, GPL melawan api dengan api. Linus (orang yang pertama kali membuat kernel yang memungkinkan lahirnya system operasi linux)  pernah dalam sebuah wawancara ditanya “apakah dia tidak takut jika hasil karyanya dimanfaatkan orang lain sementara dia tidak mendapat keuntungan apa-apa ?” menjawab “untuk apa, bukankah aku sudah punya istri, anak, rumah, dan anak-anaknya dapat bersekolah. Apalagi.” Stallman, Linus, dan aktivis open source lainnya telah membuktikan bahwa kecenderungan manusia bukan pada materi (uang) melainkan keinginan untuk membantu orang lain. Salah satu pernyataan yang umum didalam dunia open source adalah “semakin banyak engkau menolong orang lain maka kaulah orang yang dianggap paling berguna dan paling layak untuk diberi penghormatan”. Dalam hal perkembangan, jika dibandingkan dengan close source maka open source memiliki perkembangan yang lebih baik karena dikerjakan secara bersama-sama oleh komunitas.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang telah diperlihatkan oleh aktivis open source maka tugas selanjutnya adalah membawa konsep GPL kedalam kehidupan sehari-hari agar betul-betul lebih bermanfaat bagi kehidupan social bukan lagi hanya di dunia cyber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Open Source Harus Menjadi Gaya Hidup Sehari-hari.&lt;br /&gt;R Stallman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan Pribadi Adalah Pencurian.&lt;br /&gt;Proudon &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-954336732781864819?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/954336732781864819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/954336732781864819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/04/matilah-haki-panjang-umur-gpl.html' title='&lt;strong&gt;Matilah HAKI, Panjang Umur GPL&lt;/strong&gt;'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-4785177541825574509</id><published>2008-04-14T09:42:00.009+08:00</published><updated>2008-04-24T15:53:52.856+08:00</updated><title type='text'>ADA APA DI BULAN MEI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SBA1x9uzTYI/AAAAAAAAAEI/VG_fjt0ZmrA/s1600-h/mayday.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SBA1x9uzTYI/AAAAAAAAAEI/VG_fjt0ZmrA/s320/mayday.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192709502858907010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;MAYDAY&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;hari tanpa dominasi, hari tanpa bos !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari besar kaum buruh sedunia, berbagai event, aktivitas  akan digelar baik oleh pribadi ataupun kolektif. Di internet, di website-website atau weblog-weblog ramai didiskusikan perihal perayaan mayday. Mulai dari kelompok “merah”, “hijau” “hitam” ataupun yang tidak punya warna namun punya simpati pada hari bersejarah tersebut. &lt;br /&gt;Saat aku lagi edit poster di atas, seorang mahasiswa semester 5 bertanya, siapakah sebenarnya itu buruh/pekerja ?. Seorang teman yang satu berkata, ya........... kita-kita ini yang tidak punya kontrol terhadap kekuasaan dan modal.&lt;br /&gt;Meskipun perdebatan tetang kelompok kelas pekerja yang panjang kali lebar. Namun aku lebih sepakat dengan pembagian berikut: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#00000"&gt;Kelas pekerja&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; orang-orang yang harus bekerja untuk hidupnya namun tidak memiliki kontrol yang nyata terhadap pekerjaan tersebut atau keputusan-keputusan besar yang memiliki pengaruh dalam hidupnya, yaitu penerima perintah. Kelas ini juga meliputi pengangguran, pensiunan, dll, yang harus bertahan hidup dengan bantuan negara. Mereka miskin dan lemah (dari sudut kekuasaan). Kelas ini meliputi sektor pekerja jasa, sebagian besar (juga bukan mayoritas) pekerja “kerah putih” dan juga pekerja industri “kerah biru” yang tradisional.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelas berkuasa&lt;/b&gt; orang-orang yang mengontrol keputusan investasi, menentukan kebijakan tingkat tinggi, menyiapkan agenda untuk modal dan negara. Mereka adalah kaum elit papan atas, pemilik atau manajer utama perusahaan-perusahaan besar, multinasional dan bank, pemilik lahan yang luas, pejabat teras negara, politisi, aristokrat, dll. Mereka memiliki kekuasaan yang nyata dalam perekonomian dan / atau negara, dan juga mengontrol masyarakat. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang diatas, 5-15% dari penduduk. &lt;br /&gt;Tentu saja terdapat area “abu-abu” dalam masyarakat apapun, individu dan kelompok yang jelas tidak layak untuk masuk ke dalam kelas pekerja utaupun kelas penguasa. Mereka meliputi orang-orang yang bekerja namun juga memiliki kontrol terhadap orang lain, contohnya kekuasaan untuk mempekerjakan atau memecat. Mereka adalah orang-orang yang membuat keputusan-keputusan kecil atau sehari-hari yang terkait dengan operasionalisasi kapital atau negara. Area ini mencakup manajemen yang rendah hingga menengah, profesional, dan kapitalis kecil. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;yang ingin melanjutkan tulisan ini bisa mengirim teknya ke rtmcode@yahoo.co.id&lt;br /&gt;trus kalo sudah dikirim konfirmasi di kotak komentar :-)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-4785177541825574509?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4785177541825574509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4785177541825574509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/04/ada-apa-di-bulan-mei.html' title='ADA APA DI BULAN MEI'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/SBA1x9uzTYI/AAAAAAAAAEI/VG_fjt0ZmrA/s72-c/mayday.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-4510811166471892937</id><published>2008-03-03T13:50:00.000+08:00</published><updated>2008-03-03T13:56:38.330+08:00</updated><title type='text'>KAPITALISME GLOBAL,   MERKANTILISME PENGETAHUN DAN   MASYARAKAT DUNIA TONTONAN  (sebuah upaya menata ulang peran kampus dibawah rezim pasar)</title><content type='html'>“Pengetahuan dalam bentuk komoditi informasi… menjadi tiang utama dalam persaingan kekuasaan dunia” (Jean F. Lyotard, the postmodern condition)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingar-bingar terdengar tentang kemiskinan, demonstrasi, penggusuran dimana-mana, di makassar 2 orang mati kelaparan karena tidak makan selama 3 hari (fajar, media TV sabtu 1 maret 2008)ditengah kota yang ramai dengan baliho, atribut calon walikota dalam rangka perebutan kekuasaan. Dimana uang dihambur-hamburkan untuk mencitrakan diri pro rakyat, menimbulkan kesan mamasyarakat, citra peduli, memihak masyarakat dan seterusnya. Didunia kerja para tenaga kerja mau tidak mau rela menerima upah yang di bawah KHM (Kebutuhan Hidup Minimal), hidup segan mati tak mau.&lt;br /&gt;        Apakah kita saat ini telah benar-benar merdeka?. Dan apakah para penjajah yang telah malang melintang menyedot seluruh kekayaan dunia dalam lima abad terakhir ini benar-benar kini telah sadar dan benar-benar secara hakiki menjadi orang yang paling beradab, bahkan menjadi pembela paling gigih dari Hak Azasi Manusia ? Benarkah mereka ingin memperjuangkan kebebasan, persamaan, dalam arti yang sesungguhnya?. Berpihak kemanakah lembaga pendidikan kita? Dan bagaimana pendidikan dibawah rezim pasar?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIGA SERANGKAI TAMBAH 1&lt;br /&gt;       Kini ide globalisme dengan proposisi utama “globalisasi meniscayakan ketidakmungkinan kita untuk menolak keterkaitan global, nilai-nilai global dan kepentingan global” telah menjadi suatu hegemoni. Sebuah hegemoni, menurut Antonio Gramsci, membuat pihak-pihak yang sebenarnya terjajah malahan mengakui superioritas yang menjajah, dan secara sukarela membiarkan diri mereka dijajah. Selain itu , malahan hegemoni membuat pihak yang terjajah mati-matian mempertahankan kepentingan para penjajah. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat serangkai yang menciptakan hegemoni kapitalisme global. Pertama, korporasi-korporasi raksasa dunia yang kapitalis, paling tidak demikianlah menurut David C. Korten, dalam “When Corporations Rule The World”. Kedua, para penguasa dunia, dalam hal ini adalah  Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang terkait. Ketiga, para teknokrat, yakni yang telah merancang berbagai sistem globalisme untuk dan demi kepentingan kapitalisme global. Sistem ini mengandung PBB dengan Dewan Keamanannya, yang sering bertindak sangat tidak adil, World Bank, IMF, jaringan bank-bank besar. Kreatifitas Intelektual (HAKI),- suatu hukum global baru yang sampai diperjuangkan mati-matian oleh Bill Clinton dalam konferensi APEC di Bogor 1994- telah berubah menjadi alat teknokrat globalisme yang kurang masuk di akal. Empat serangkai yang menegakkan hegemoni kapitalisme global adalah para intelektual. Dikembangkan secara besar-besaran wacana-wacana yang memandang dunia dan masyarakat yang penuh kebinekaan ini dengan kacamata tunggal. Yakni globalisasi. Toffler, Naisbitt, Ohmae, dan banyak pemikir lain. Globalisasi, dalam arti lenyapnya batas-batas antar negara, dianggap sebagai keniscayaan alamiah yang tidak pernah mungkin dapat ditolak lagi. &lt;br /&gt; Lewat penyebaran wacana oleh intelektual penyokong kapitalisme global yang menyeret pula sebagian besar intelektual negeri ini mendukung matia-matian teori yang pro kapitalisme global. Lihatlah misalnya UI (universitas Indonesia) yang oleh pemerintah dijatah menjadi menteri ekonomi dan tim ahli ekonomi. Meskipun ekonom di universitas tersebut melakukan perselingkuhan mendalam dengan pihak IMF. Bahkan pada kuliah umum untuk mahasiswa baru, mereka menghadirkan pihak IMF menjadi pembicara. sejumlah kampus-kampus besar di Indonesia pun tak lepas dari jerat kapitalisme global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERKANTILISME PENGETAHUAN &lt;br /&gt; Merkantilisme (Merchantilism) adalah sebuah kondisi postmodernitas yang digambarkan oleh J.F Lyotard, yaitu berupa komersialisasi pengetahuan dan informasi dalam era kapitalisme global dewasa ini. Merkantilisme pengetahuan dalam dunia pendidikan telah menggiring dunia pendidikan ke arah beragai bentuk pendangkalan, pemassalan, dan populisme sebagi nilai-nilai komersialisasi. Dalam pendidikan yang termerkantilisasi model-model yang diutamakan adalah dimensi-dimensi pengetahuan yang pragmatis, strategis, ekonomis yang pasti berorientasi keuntungan sebagai akibat dari hegemoni kultural kapitalisme. Dan sebaliknya menghambat dimensi-dimensi humanis, sosiologis, atau spiritual dari pengetahuan. Pendidikan kemudian menjelma menjadi alat hegemoni penyanggah kapitalisme. Akibat lebih jauh yang ditimbulkan adalah lahirnya intelektual yang tetap mempertahankan fitur-fitur utama dalam kapitalisme (kepemilikan,eksploitasi, ketiadaan kontrol kelas pekerja atas faktor produksi, demokrasi representatif, penguasaan aset publik oleh segelintir orang dan sentralisasi urusan-urusan publik).&lt;br /&gt; Lebih jauh Lyotard, menjelaskan tentang kondisi pendidikan dan pengetahuan dalam masyarakat postindutri dan kebudayaan postmodernisme. Pengetahuan dalam era tersebut dikemas dalam kemasan komoditi informasi dan kini menjadi alat penting dalam perebutan kekuasaan dalam skala global.negara bangsa yang dulu berjuang untuk mempertahankan wilayah kini bersaing keras untuk mendapatkan akses informasi bila tetap ingin bertahan hidup. Masalahnya kemudian adalah, beralihnya kekuasaan dari negara bangsa ke perusahaan multinasional. Negara kini hanya berperan membuat regulasi-regulasi untuk mengundang para investor dalam dunia pendidikan. Di tangan perusahaan kapitalisme multinasional yang terjadi adalah pengetahuan dan informasi (dan tentunya) ‘pendidikan’ sebagai komoditi untuk diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kapitalisme menjadikan pendidikan serta pengetahuan yang tercipta didalamnya sebagai komoditi untuk maraup untuk yang berliimpah. Ketika merkantilisme pengetahuan telah menjadi fondasi dari institusi pendidikan maka berbagai bentuk wacana komersial dan komodifikasi dicangkokkan dalam sistem pendidikan, yang membatasi pertumbuhannya sendiri.&lt;br /&gt; Dunia pendidikan menurut Hans Magnus Enzensberger, menjadi sebuah industi besar pikiran yang memproduksi pikiran-pikiran seragam yaitu pikiran-pikiran yang terperangkap dalam motif-motif komersial dan keuntungan semata. orang bersekolah, kuliah hingga sarjana, mempunyai spesialisasi khusus hanya dipersiapkan hanya untuk berintegrasi ke industri, menjadi pekerja, menjadi sekrup di dalam mesin industrialisasi dan kapitalisme. Dalam hal ini, pemaksaan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang hanya siap bekerja di industri (link and match) adalah kekerasan budaya (culture violence). Pikiran-pikiran lain yang bermotif moral, sosial, kultural dan spiritual yang sesungguhnya sangat kaya tidak menapat tempat yang memadai. Paradigma pendidikan yang berorientasi pasar hanya akan menghambat kepeloporan, kepemimpinan , kemanusiaan, belaskasih yang justru sangat diperlukan untuk membentuk manusia sempurna. Nantinya, Dunia pendidikan yang mengidap penyakit merkantilisme pengetahuan tidak jauh beda dengan konsep waralaba ala McD dan sejumlah korporasi multinasional yang lain._bandingkan dengan konsep lahirnya BHP_. Bicara soal BHP, aku teringat dengan statement seorang prof di UNM yang menolak kapitalisme namun memandang bahwa BHP itu baik. :-D.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;LAGI SIBUK MENGHIAS DIRI !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendidikan tepatnya lembaga pendidikan lebih sibuk mempersiapkan diri menyongsong dunia baru. Dunia bisnis pertunjukan! Guy Debord, dalam The Society of the Spectacle, menyebut masyarakat mutakhir, "masyarakat dunia tontonan". Dalam "masyarakat dunia tontonan", citra, kesan, dan penampilan luar adalah segalanya. Sehingga Ia perlu dikemas agar memikat masyarakat.Misalnya, dalam pendidikan adalah kemasan, kesan indah, ramah, taman yang indah, bangunan megah dan tentu mewah adalah yang utama. Bukan pendidikan itu sendiri, yang cinta kesederhanaan, kebenaran, pembebas manusia dari ketertindasan. Ketertindasan dari nafsu uang dan kuasa serta ketertindassan dari “silent culture” lewat hegemoni( baik oleh majikan, pemerintah d.l.l).&lt;br /&gt; The Society of the Spectacle pertama kali dipublikasikan di Perancis pada tahun 1967. Debord melihat  bahwa ruang sosial di abad modern dalam masyarakat konsumer, didominasi oleh komoditas, yang berlapis-lapis, dan paling sering muncul dalam bentuk imaji atau citra bahkan ilusi. Tidak heran apabila buku ini diberi judul "Society of the Spectacle", atau dalam bahasa Indonesia mungkin cukup tepat apabila diterjemahkan sebagai "Masyarakat Dunia Tontonan". Terus terang agak sulit mencari padanan kata yang tepat bagi 'Spectacle'. &lt;br /&gt; Spectacle atau 'Dunia Tontonan', adalah kata pengganti untuk menyatakan sebuah hubungan yang termediasikan oleh imaji. Dunia Tontonan ini tapi tidaklah hanya sekedar sekumpulan imaji-imaji yang tak berbahaya; ia akan dapat menjadi, menurut Debord, nyaris satu-satunya bentuk hubungan sosial antar manusia. Dunia Tontonan ini semakin mempertegas bentuk institusi dan juga identitas personal kita. Proses ini digerakkan oleh media massa dan iklan. Dalam sebuah lingkungan sosial yang dijejali dengan imaji-imaji buatan pabrik, maka kebutuhan dasar manusia, nilai guna dan fungsi akan dikomodifikasikan serta diatur dengan pemanipulasian melalui imaji. Uang akan mendominasi sebagai sebuah representasi umum, menjadi point utama untuk mendapatkan segala sesuatu yang baik, termasuk nilai, norma dan bahkan juga 'hidup'. Dari sini terma uang mahakuasa menggantikan tuhan  mendapat tempat yang luas:-).&lt;br /&gt; Dunia tontonan adalah penguasa yang tanpa hentinya berbicara tentang drinya sendiri, sebuah monolog yang tak pernah berhenti memuji dirinya sendiri, potret diri dalam sebuah level yang mendominasi  secara totaliter setiap aspek kehidupan.Di dalam dunia tontonan para penonton seolah terhipnotis yang nantinya menjadi fetitis. &lt;br /&gt; Fetitisme komoditi (comodity fetitism) adalah suatu sikap yang menganggap adanya kekuatan, daya pesona, atau makna sosial tertentu yang dimiliki oleh sebuah produk (komoditi). Misalnya pesona semangat dibalik produk coca-cola, yang bisa menutupi kejahatan korporasi tersebut terhadap penghilangan hak hidup bagi karyawannya, nike kesan sporty. apa yang terjadi di perusahaan, seperti sepatu Nike: tenaga kerja dibayar amat murah untuk produksi sepatu Nike, tapi dengan aturan aneh, pabrik tidak boleh menjual langsung di pasaran nasional. Semua harus dijual dengan harga kira-kira US $ 10 ke korporasi global Nike. Dan korporasi itu akan menjualnya ke seluruh dunia dengan harga yang berlipat-lipat (mungkin lebih dari sepuluh kali lipat hingga dua puluh kali lipat). Berapapun keuntungan PT Nike, - juga Michael Jordan  yang memperoleh ratusan milyar bahkan trilyunan untuk mempromosikannya-, para buruh Indonesia di JABOTABEK hanya sekedar mempertahankan kulitnya menempel di tulang, -menerima gaji yang kurang lebih tak lebih sekedar UMR yang sangat mungkin memiliki nilai di bawah Kebutuhan Hidup Minimal. Dalam kondisi ini, pekerja menjadi dilematis protes di PHK, diam berarti melanggengkan penindasan.&lt;br /&gt; Alieanasi yang dialami pekerja ditempat kerja, tidak jauh beda Alienasi dari penonton, yang menguatkan keadaan suatu objek yang tak berdaya yang dihasilkan dari aktivitas yang tak sadar ini, berjalan melalui proses seperti ini: semakin ia berdiam diri dan merenung, semakin”kurang” ia hidup; semakin ia mengidentifikasikan dirinya dengan image yang ia butuhkan, makin kurang ia memahami hidup dan keinginannya sendiri.Proses pengasingan diri dari dunia tontonan berasal dari gerak sebuah subjek yang diekspresikan oleh kenyataan bahwa sikap individual bukan lagi miliknya, mereka adalah sikap dari seorang yang lain (idola) yang kemudian menghadirkannya kembali untuk mereka. Individu telah kehilangan kontrol dalam realisasi diri (subjek) yang pada akhirnya mengadopsi kategori-kategori pasar untuk menggambarkan diri mereka sendiri (objek). Manusia mengobjektivikasikan diri (self) dan mereka sendiri. Melalui kategori-kategori pasar, “diri” telah menjadi objek dari dimensi dan dinamika pasar.&lt;br /&gt; Alienasi(keterasingan/ tidak bisa menjadi subjek yang otonom, tetapi hanya mampu mengimitasi orang lain), ketidakmandirian adalah penyakit akut dalam dunia pendidikan dan tidak akan pernah sembuh ketika dunia pendidikan hanya sibuk berhias mengganti lipstik, dan aksesoris wajah lainnya. Intelektual kampus mesti mentransformasi diri menjadi benteng akal sehat yang kritis terhadap segala bentuk penguasaan/dominasi.baik secara kolektif ataupun individu.Jika Dunia pendidikan ingin survive, maka saatnya tidak menyandarkan diri pada prinsip komersial sebagai nilai dasar kapitalisme. Dunia pendidikan harus mampu memberikan pembelajaran sosial, berpikir holistik, mendorong masyarakat pendidikan untuk mandiri.realitas tidak lagi dilihat secara terpisah melainkan melihatnya secara menyeluruh dan saling terhubung. Karena everithyng is connected. &lt;br /&gt;So, nda ada lagi yang tidak setuju kapitalisme, namun menerima BHP :-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat penulis: che_aam@yahoo.co.id / http://rtmcode.blogspot.com &lt;br /&gt;Referensi dibajak dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-4510811166471892937?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4510811166471892937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/4510811166471892937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/03/kapitalisme-global-merkantilisme.html' title='KAPITALISME GLOBAL,   MERKANTILISME PENGETAHUN DAN   MASYARAKAT DUNIA TONTONAN  (sebuah upaya menata ulang peran kampus dibawah rezim pasar)'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-3779362123012459369</id><published>2008-02-22T09:48:00.011+08:00</published><updated>2008-04-24T15:29:52.253+08:00</updated><title type='text'>Jadilah Intelektual Progresif !</title><content type='html'>Judul : Jadilah Intelektual Progresif,!&lt;br /&gt;Penulis : Eko Prasetyo,&lt;br /&gt;Penerbit : Resist Book, Yogyakarta,&lt;br /&gt;Cetakan : I, September 2007,Tebal : v + 133 Halaman&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R7465-CfZBI/AAAAAAAAAC8/G_IiVv5mWQE/s1600-h/files.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R7465-CfZBI/AAAAAAAAAC8/G_IiVv5mWQE/s200/files.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169634189848306706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap alat adalah senjata jika kamu memegangnya secara benar.(Ani DiFranco)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan bisa menjadi pedang jika diasah (Rogue, film)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan ungkapan reflektif, sekaligus kritik terhadap teman, kawan dan sahabat yang berbalik menjadi lawan, ada yang berprofesi politisi, kontraktor, birokrat ataupun dosen. Di kampus, spirit solidaritas, radikalisme, energi resistensi seolah tak pernah redup disanubari. Tetapi setelah itu tak banyak dari mereka menjadi mantan aktivis yang justru menjadi penopang tiang-tiang penindasan atau penyangga kekuasaan yang dulu ia kritik, caci maki hingga kutukan. Radikalisme berubah menjadi kompromi, negosiasi dan kebijakan populis. Feodalisme yang dikritknya berubah menjadi anak emas yang harus dirawat, elitisme seakan menjadi trademark hari-harinya. Perburuan donor (proyeknisasi massa), penelitian tak ada bedanya dengan kerajinan tangan atau sulap dimana data potensi alam, kultur masyarakat deserahkan ke Negara donor. dengan data tersebut lima, enam atau sepuluh tahun kedepan akan membunuh generasi secara perlahan.&lt;br /&gt; Bersamaan dengan penghianatan intelektual, Negara seakan tak peduli dengan kepentingan publik, remuknya layanan publik berbanding lurus dengan tingginya makin banyaknya investasi. [1]&lt;br /&gt;Dimanapun penghianat harus dimusnahkan [mafia] &lt;br /&gt;Ribuan pemuda ’istimewa’ yang berhasil terserap dalam dunia pendidikan bernama perguruan tinggi, beratus-ratus sarjana telah pula dilahirkan dari rahimnya. Tapi ketika korupsi telah menjangkiti semua orang yang berada di tubuh birokrasi, ketika harga kebutuhan pokok mencekik rakyat miskin, serta biaya sekolah kian hari kian mahal, kaum intelektual itu hanya diam beribu bahasa. Parahnya lagi, tak sedikit di antara mereka yang turut larut dalam korupsi dan menjadi kian elitis.&lt;br /&gt;Sejatinya seorang intelektual (baca: terpelajar, terdidik) tidak sepantasnya berdiam diri ketika terjadi kesewenang-wenangan. Seharusnya mereka mau dan bisa menggerakkan perlawanan. Atau setidaknya mencoba membuat dunia alternatif (skala komunitas atau gerakan social dalam skala yang lebih luas) yang bisa terbebas dari logika kapitalisme.&lt;br /&gt;Ada beberapa karakteristik intelektual, setidaknya yang bisa saya tangkap dari buku ini yaitu, pertama keresahan melihat ketimpangan sosial. Antonia Gramsci, Che Guevara, Rosa Luxemburg, Sayyid Qutb dan Ali Syariati tidak ada perbedaan dalam hal ini. Dengan kata lain menurut   Ali Syariati, tanggung jawab pokok seorang intelektual adalah mengetahui, memahami dan mengenal dengan baik kondisi masyarakat sekitarnya untuk kemudian menanamkan dalam alam pikiran publik semua konflik, pertentangan dan antagonisme yang ada dalam masyarakat, (Hal.09).&lt;br /&gt; Kedua, kecintaan pada kebenaran dan memperjuangkannya. Ketiga, cita akhir perjuangan adalah keadilan, persamaan dan penghapusan kemiskinan. keempat, kesederhanaan dan terakhir tidak ada ketakutan sedikitpun pada kematian. [2]&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ketiga buku ini, menceritakan tentang Kekuasaan dan robohnya nyali intelektual. Kekuasaan kerap menyimpan dusta dan keji. Dalam kekuasaan tersimpan logika setan, rebut-pertahankan-rebut-pertahankan. Didalamnya ada upaya untuk “merawat diri”, dipercantik dengan slogan dan pencitraan-pencitraan ilusi. Dan kaum intelektual lagi-lagi berperan strategis. Mereka mnjadi ahli politik yang berbicara tentang demokrasi, memberi label/legitimasi/cap bahwa pemilu adalah media yang sngat demokratis, indomesia adalah Negara demokratis… benarkah demikian?. Jika demikian adanya demokrasi itu berbanding lurus dengan kemiskinan, penderitaan, penggusuran dan pengangguran. Jika kita alergi politik. Atau jangan-jangan kita sependapat dengan para pakar ekonomi yang memiliki “iman” pro pasar. Pertumbuha ekonomi dinilai dari seberapa besar investasi, kuantitas tenaga kerja yang terserap stabilitas nilai kurs mata uang. Lalu, bagaimana dengan akses pendidikan warga, jaminan kesehatan, dan tempat tinggal bagi warga.&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita curiga pada ekonom dan politisi dan ilmuan-ilmuan kampus yang mengajarkan cara membunuh dengan halus, lewat teori dan data. Saatnya juga kita pertanyakan demokrasi perwakilan yang seolah berbanding lurus dengan penderitaan masyarakat Indonesia. [3]&lt;br /&gt;Dibagian empat buku ini, Eko memberikan deskripsi lewat beragam referensi tentang kelima tokoh yang terlibat dalam gerakan militant.&lt;br /&gt;Dipilihnya lima intelektual progresif itu bukan tanpa alasan. Semua intelektual di atas merupakan sosok intelektual ideal. Yang tidak takut terhadap kematian, penderitaan, dan tidak ngiler ketika dihadapkan dengan kemashyuran demi memperjuangkan tiga tuntutan besar; keadilan, persamaan dan penghapusan kemiskinan. Antonio Gramsci karena kegigihannya berjuang harus rela mati dipenjara; Sayyid Qutb dihukum gantung; Ali Syariati yang ditusuk pisau; Che Guevara yang meregang jiwa oleh peluru pasukan Bolivia dan Rosa Luxemburg yang dipukuli kepalanya berulang-ulang oleh musuh dan akhirnya ditembak dengan keji. Tapi semua penderitaan itu tidak selangkahpun menyurutkan niat mereka menyadarkan massa mengenai penindasan dan menggelorakan sebuah perlawanan.&lt;br /&gt;Pada masa pra kemerdekaan negeri ini mencatat banyak kaum intelektual yang pro rakyat yang lahir dari rahim dunia pendidikan. Sebut saja Tan Malaka, Soekarno, KH Agus Salim, Syahrir, Tirto Adhi Suryo, Mas Marco, dan banyak lagi. Mereka mendedikasikan pengetahuan yang mereka dapat dari bangku sekolah untuk kepentingan masyarakat, untuk menggagas kemandirian dan kemerdekaan sebuah bangsa meski penjara dan kematian dari pihak kolonial terus menjadi ancaman setiap jengkal langkah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada baiknya menimbang kembali peran kaum intelektual sebagaimana yang diuangkapkan oleh Noam Chomsky dalam language and politics, 1988), bahwa, salah satu tanggungjawab terpenting kaum intelektual adalah '.. mengungkapkan kebohongan-kebohongan pemerintah, menganalisa tindakan-tindakannya sesuai dengan penyebab, motif-motif serta maksud-maksud yang tersembunyi itu dibalik tindakannya.&lt;br /&gt;diresensi oleh zukoz3n&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-3779362123012459369?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/3779362123012459369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/3779362123012459369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/02/jadilah-intelektual-progresif.html' title='Jadilah Intelektual Progresif !'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R7465-CfZBI/AAAAAAAAAC8/G_IiVv5mWQE/s72-c/files.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-9189928282782918732</id><published>2008-02-08T15:52:00.000+08:00</published><updated>2008-02-08T16:00:47.382+08:00</updated><title type='text'>GERAKAN KAUM MUDA DAN DUNIA TANPA DOMINASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6wL2UHpOCI/AAAAAAAAABc/wnD1Nx1NRyY/s1600-h/tcodebavatar-120x120.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6wL2UHpOCI/AAAAAAAAABc/wnD1Nx1NRyY/s200/tcodebavatar-120x120.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164515900428728354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak kaum muda yang bermutu yang secara sengaja memilih meniti karier di 'jalur' organisasi masyarakat. Sebagai sebuah 'sektor kerja', dunia organisasi masyarakat sipil sedang dan&lt;br /&gt;pasti akan terus berkembang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(anonim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Internet,  komunitas-komunitas demokrasi langsung, tanpa external authority, tanpa ruling class, dimana semua diperlakukan sama tumbuh berjamuran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(anonim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincang soal gerakan, pasti dekat dengan term perubahan, karena gerakan dan perubahan adalah hukum pasti, sebuah hukum sebab-akibat. Namun dalam kenyataannya klaim gerakan entah Gerakan sosial, politik, moral tidak selamanya berjalan sebagaimana yang dicita-citakan. Tantangan dan halangan senantiasa menghadang, baik dari dalam organ maupun dari luar.&lt;br /&gt;Term gerakan mahasiswa akhir-akhir ini dianggap nyaris gagal, terbukti gerakan pasca ’98 kurang berhasil mengawal agenda reformasi. Sejumlah krisis yang dideritanya hingga saat ini kian parah, sebut saja krisis ide, krisis wacana, krisis massa, krisis orisinal. Di kebanyakan kampus didominasi wacana pilkada, parpol dan sejumlah masalah sektoral yang tak kunjung usai yang membuat gerakan diantara mereka terpolarisasi.&lt;br /&gt; Dominasi secara inhern menurunkan dan merendahkan diri, karena meletakkan kehendak dan penilaian orang yang didominasi di bawah kehendak dan penilaian yang mendominasi, sehingga menghancurkan derajat dan harga diri yang hanya datang dari otonomi personal. Lagi pula, dominasi, memungkinkan dan pada umumnya memunculkan eksploitasi, yang merupakan akar dari ketidaksetaraan, ketidakadilan, kemiskinan, dan gangguan sosial.&lt;br /&gt;Dominasi muncul, karena adanya segeintir orang yang mengaku memiliki kekuasaan. hukumnya seperti lingkaran setan rebut-pertahankan-rebut pertahankan dan seterusnya. Negara/korporasi adalah media langgengnya dominasi. Pengingkaran terhadapnya adalah sebuah kemestian jika kita ingin hidup bebas-merdeka. tanpa dominasi, tanpa ketidakadilan, tanpa tuan. Karena &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;andalah tuan bagi dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Namun saya masih yakin bahwa, masih ada kelompok kaum muda/mahasiswa yang tersisa dan bebas dari dominasi dan krisis seperti di atas. Yang masih giata mengasah otaknya dan nyali demi tegaknya keadilan dan kesejahteraan untuk semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERJUANGAN BELUM BERAKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dalam analisis sosial, 3 elemen; pemerintah, pengusaha dan rakyat adalah titik tolak untuk mengambil sikap dalam lapangan sosial. Jika Pemerintah dan pengusaha berselingkuh maka “yakinlah sumpah bos” rakyat pun dilupakan. Ternyata ketidakadilan bukan hanya dinikmati oleh yang tinggal dipinggir kali, PK-5 dan korban-korban selingkuhan Govt-Corp lainnya. Data dan fakta menunjukkan bahwa biaya perang/militer jauh lebih besar untuk pelayanan kesehatan, pajak/royalty perusahaan raksasa seperti Microsoft, Nike, coa-cola dan lain menguasai hampir separuh kekayaan dunia, padahal 1/3 dari penduduk dunia hidup dalam kelaparan. Perjuangan aktivis TI untuk memurahkan/menggratiskan pengetahun pun tak luput dari intimidasi apparatus Negara.&lt;br /&gt;Perjuangan Internet tanpa kabel mulai di rasakan pada tahun 1999 dimana dengan arogannya regulator meminta rakyat yang menggunakan peralatan internet tanpa kabel untuk membayar biaya hak penggunaan frekuensi yang mendekati 20jt/ tahun. Padahal peralatan internet tanpa kabel yang digunakan berharga hanya sekitar Rp 1-2 juta/buahnya; bahkan hari ini sebagian dapat diperoleh dengan biaya kurang dari lima ratus ribu saja, jelas biaya penggunaan frekuensi oleh regulator tidak masuk akal sama sekali. Setelah bertempur di bantu oleh banyak media massa, secara lisan pemerintah menyatakan bersedia untuk merevisi regulasinya. Di tahun 2003, negosiasi terakhir sebuah node Internet tanpa kabel harus membayar sekitar dua juta tujuh ratus ribu rupiah per tahun, tanpa prosedur pendaftaran yang jelas. Akibatnya tidak heran jika melihat aparat mengambil kesempatan menanyakan ijin penyelenggaraan Internet Service Provider, label regulator pada alat yang digunakan untuk akhirnya memalak seratus ribu rupiah setiap kali berkunjung; sukur-sukur tidak  menyita peralatan seperti di Jakarta dan di kota-kota lainnya, yang harus di tebus senilai puluhan juta rupiah – memalukan.&lt;br /&gt;Belakangan ini kita melihat cukup banyak jaringan radio komunitas, seperti, Serikat Paguyuban Petani Qaryah Tayyibah (SPPQT) di wilayah Semarang, Jaringan Radio suara petani (JRSP), Jaringan radio suara nelayan (JRSN), Jaringan Radio Suara Buruh, Jaringan radio komunitas Indonesia (JRKI) yang berlokasi di Jawa Barat dan DIY. Di Sumatera Barat, khususnya di Bukittinggi difasilitasi oleh Eltayasa, Riau oleh Riau Mandiri, di Fak-Fak Papua oleh Elpera. Sebagai contoh profile sebuah jaringan radio,  Jaringan Radio Suara Petani (JSRP) mulai di bentuk tahun 1999, terutama di wilayah jawa barat. Mereka mempunyai paling tidak 600 radio komunitas di jaringan mereka di bawah pimpinan Ibu Ida Hidayat. Perjuangan radio komunitas berlangsung bertahun-tahun, apalagi di jaman Suharto yang sangat menekan media elektronik. Terutama di Jawa Barat, kisah penggrebekan, menyitaan peralatan oleh aparat merupakan hal yang paling mengenaskan bagi para pejuang radio komunitas. Memang, pada hari ini pemerintah telah mengeluarkan UU 32/2002 tentang media telah memasukan keberadaan radio komunitas ke dalamnya. Tapi dalam pelaksanaannya, radio komunitas hanya memperoleh alokasi tiga (3) buah channel di band FM. Pernahkan anda membayangkan enam ratus radio harus berebut tiga (3) buah channel, sedang sisa channel digunakan oleh mereka yang mempunyai uang untuk membeli frekuensi pada pemerintah. Kemanakah keberpihakan pemerintah?&lt;br /&gt;Perjuangan menuju sebuah cita-cita sederhana untuk melihat bangsa Indonesia yang mampu bertumpu pada kekuatan otaknya; bukan ototnya. Sebuah bangsa yang dapat berjaya dari kemampuan berfikir bukan keringat dan bedil. Percepatan transformasi bertumpu pada kemampuan membangun dan mengoperasikan media telekomunikasi dan informasi. Sialnya, semua proses harus dilakukan tanpa tergantung pada pemerintah yang korup dan KKN, tanpa utangan Bank Dunia maupun IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DON’T SAY JUST SIT THERE, DO SOMETHING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diam melihat ketidakadilan adalah penghianatan. Apalagi yang mengaku kaum intelektual. Ada baiknya berhenti sejenak memikirkan ide-ide besar seperti revolusi, dan  sedikit fokus pada “minimalis action” dan menularkannya kepada orang/kelompok disekitar kita  di alam manapun, maya atau pun riil. Sebuah Pola gerakan mandiri, yang sama sekali tidak mengadopsi pola proyek dan utangan Bank Dunia menjadi contoh nyata bagi dunia. Seni-nya bagaimana supaya proses pembangunan dapat dilakukan secara mandiri tanpa bertumpu bantuan pemerintah, utangan bank dunia maupun IMF.&lt;br /&gt;Faktor manusia sebetulnya menjadi kunci utama seluruh proses, bukan struktur, bukan birokrasi, bukan dana, bukan utangan Bank Dunia ataupun IMF, bukan keberadaan badan, lembaga, organisasi apalagi gedung megah beserta peralatan lengkapnya. Seperti hal-nya semua gerakan masyarakat, keberadaan sekelompok pemimpin informal yang ahli berpengetahuan, mempunyai visi ke depan dan bersih dari borok KKN akan sangat menentukan arah dan keberhasilan gerakan massa secara keseluruhan. Alhamdullillah, dalam gerakan infrastruktur telekomunikasi rakyat Indonesia, kelompok pemimpin ini cukup transparan dan mudah terlihat di komunitas Internet Indonesia. Para pemimpin gerakan Internet Indonesia kebanyakan muncul / hadir dari kalangan swasta, mereka memang bukan anggota DPR, bukan anggota partai, bukan Pegawai Negeri Sipil dan birokrat, tapi memberikan hasil nyata pada rakyat Indonesia. Pada akhirnya nilai seseorang tidak di tentukan oleh pangkat, jabatan, kekuasan, gelar, kepandaian, kekayaan maupun predikat duniawi lainnya. Nilai seseorang hanya di tentukan oleh manfaat seseorang tersebut bagi umat sekitarnya. Teknologi Informasi (TI) seperti juga teknologi lainya merupakan alat bantu&lt;br /&gt;manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya bukan kekuasaan &amp; kekuatan.&lt;br /&gt;Fenomena gerakan yang mendorong partisipasi aktif sebanyak mungkin orang dapat kita lihat pada open source seperti freesoftware movement, GNU/Linux, dan Usenet atau situs tukar lagu menggunakan “consensus decision making” ketika mengambil keputusan. Bagi kaum Sosialis Liberal (salah satu cabang “anarkisme”) informasi bukanlah komoditi perdagangan. Mereka menginginkan informasi bagi semua orang, gratis. Di Internet,  komunitas-komunitas demokrasi langsung, tanpa external authority, tanpa ruling class, dimana semua diperlakukan sama tumbuh berjamuran. Wikipedia, http://www.wikipedia.org situs ensiklopedi terbesar, juga menggunakan consensus decision making. Ketika netralitas content diperdebatkan, mereka menaruh symbol NPOV (neutrality point of view) dan mendebatkan dahulu sampai tuntas content yang bersangkutan. Kalau disetujui, baru diupload. &lt;br /&gt;Nampaknya ada baiknya tren gerakan kaum muda/ mahasiswa memperjuangkan akses pengetahuan gratis seperti gratisnya cahaya matahari. Menyingkap tirai kebodohan massa yang senang diatur oleh penguasa yang sok mengatur. Sehingga dimasa depan setiap individu/komunitas memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni, yang tidak rela menindas dan ditindas. &lt;br /&gt;che_aam@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber inspirasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Berjuang Tanpa Merengek Pemerintah  Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Diskusi dengan peserta intermediate training BEM FT UNM Makassar&lt;br /&gt;Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa  September 25th, 2007 by Onno. InfoLinux&lt;br /&gt;Menjadi Gerilyawan Dunia Maya,Teknik perang rakyat semesta secara perlahan dan bertahap diadopsi. Oleh Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Pemilihan Umum dan Ilusi Demokrasi, Mohamad Mova Al ‘Afghani&lt;br /&gt;Tanpa judul, tanahmerahcommunity. http://rtmcode.blogspot.com&lt;br /&gt;www.youtube.com, www.infolinux.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-9189928282782918732?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9189928282782918732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/9189928282782918732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/02/gerakan-kaum-muda-dan-dunia-tanpa.html' title='GERAKAN KAUM MUDA DAN DUNIA TANPA DOMINASI'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6wL2UHpOCI/AAAAAAAAABc/wnD1Nx1NRyY/s72-c/tcodebavatar-120x120.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-3130573907107917549</id><published>2008-02-01T15:17:00.004+08:00</published><updated>2008-03-08T16:43:14.615+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='how to'/><title type='text'>DOWNLOAD VIDEO DI YOUTUBE</title><content type='html'>Salam.Untuk kamu yang hobby koleksi film-film pendek, ataupun yang senang mencari inspirasi dari film, atau hanya sekedar enjoy. Persiapannya browser dan  flv player/converter download here &lt;a href="http://http://applian.com/flvplayer/?src=KeepvidPlay"&gt;http://applian.com/flvplayer/?src=KeepvidPlay&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sapa &lt;a href="http://www.youtube.comm"&gt;www.youtube.com&lt;/a&gt;, ketik kategori video yang kamu butuh. Kik link filmnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LNQ0HpN_I/AAAAAAAAAA8/01VdyeLdMBs/s1600-h/tube+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LNQ0HpN_I/AAAAAAAAAA8/01VdyeLdMBs/s320/tube+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161913811672315890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Klik more untuk menampilkan URLnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LNkUHpOAI/AAAAAAAAABE/0nQ3DOrwiNY/s1600-h/tube+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LNkUHpOAI/AAAAAAAAABE/0nQ3DOrwiNY/s320/tube+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161914146679764994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Copy URLnya ke KEEPVID.COM. pastikan bahwa window &lt;a href="http://www.keepvid.com"&gt;www.keepvid.com&lt;/a&gt; telah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LN20HpOBI/AAAAAAAAABM/b-yZUjVXXOk/s1600-h/tube3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LN20HpOBI/AAAAAAAAABM/b-yZUjVXXOk/s400/tube3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161914464507344914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R9JRepxmKII/AAAAAAAAADs/nGpofnxQlSw/s1600-h/tube4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R9JRepxmKII/AAAAAAAAADs/nGpofnxQlSw/s320/tube4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175288508853921922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu ingin mengcovert file flv menjadi WMV bisa menggunakan Super converter, &lt;br /&gt;download here &lt;a href="http://http://www.erightsoft.com/SUPER.html"&gt;http://http://www.erightsoft.com/SUPER.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tetap hati-hati download video di youtube, karena &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak kriminal yang terus berusaha mencari cara-cara baru untuk menginfeksi pengunjung YouTube dengan Trojan terbaru. Salah satunya dan yang terakhir ditemukan adalah dengan menggunakan video Grand Theft Auto sebagai perantara virus. Video ini menampilkan mod Hood Life untuk Grand Theft Auto dan gambar yang ditampilkan sangatllah berkualitas rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton video tersebut tidaklah berbahaya. Ancaman yang sebenarya berasal dari ending video yang menampilkan sebuah site dimana anda bisa mendownload game mod itu sendiri. Jika anda mendownload file tersebut dan menginstallnya, maka komputer anda akan meminta untuk reboot lalu sebuah virus baru akan menginfeksi komputer anda. Menurut Chris Boyd, Director Malware Research dari FaceTime Security Labs setidaknya sudah ada 54 orang yang mendownload game ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. :-) &lt;br /&gt;che_aam@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-3130573907107917549?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/3130573907107917549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/3130573907107917549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/02/download-video-di-youtube.html' title='DOWNLOAD VIDEO DI YOUTUBE'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R6LNQ0HpN_I/AAAAAAAAAA8/01VdyeLdMBs/s72-c/tube+1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-5216281518909571863</id><published>2008-01-27T15:31:00.000+08:00</published><updated>2008-01-27T15:38:07.437+08:00</updated><title type='text'>Si Gombloh bin gaiby dan polisi</title><content type='html'>Suatu hari, sekolompok  anak muda melakukan refresing di jalan. Namun tak ada yang yang ketahui darimana mereka berasal, institusi apa yang mereka wakili. Ketika seorang wartawan bertanya kepada seorang crew longmarch (LM). Dia hanya menjawab “kami kelompok seniman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan yel-yel diteriakkan. &lt;br /&gt;Rencong marencong… Rencong marencong&lt;br /&gt;No justice no peace&lt;br /&gt;No government no corrupt&lt;br /&gt;Protes, against, injustice, state terror&lt;br /&gt;On the street of the world dst…&lt;br /&gt;Secara bergantian. Mereka pun bergantian bernyanyi, “berorasi” hingga goyangan yang gemulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya, setiap ada ribut-ribut dijalan, polisi tidak mau kehilangan berita/info, kaya’ wartawan aza. Ia pun mengikuti kelompok seniman tersebut yang mengenakan pakaian hitam-hitam dengan muka tertutup, maksudnya mata tetap kelihatan. &lt;br /&gt;Hei bos…. Kemana tujuan aksinya? Tanya pa polisi. Nda ada.&lt;br /&gt;Sampai dimana?, sampai capek kata seorang personil.&lt;br /&gt; Issunya apa?  Baca sendiri, sambil crew LM menyodorkan selebaran.&lt;br /&gt;Issu pilkada ya? Lanjut polisi&lt;br /&gt;Nda ada urusan dengan pilkadA.&lt;br /&gt;Polisi semakin mengejar informasi, maklum entar lagi hujan. Akhirnya dia pun megajukan pertanyaan pamungkas. Siapa Korlap aksinya ?. crew pun menjawab dengan santai “ si gombloh” yang mana orang, sela polisi. Ada dibelakang pa’ lagi beli rokok.&lt;br /&gt;Pak police pun, berhenti sejenak menunggu si Gombloh yang sebenarnya tidak akan pernah datang hingga kiamat datang. Crew LM melanjutkan perjalanannya sambil menari dan tertawa ha..ha..ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirm ole bh01.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-5216281518909571863?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/5216281518909571863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/5216281518909571863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/01/si-gombloh-bin-gaiby-dan-polisi.html' title='Si Gombloh bin gaiby dan polisi'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-6077509088781926106</id><published>2008-01-22T17:16:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T17:27:38.596+08:00</updated><title type='text'>APA KABAR ALUMNI PERGURUAN TINGGI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5W2TCO8ApI/AAAAAAAAAAc/J1AH9-wa-98/s1600-h/adn0014.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5W2TCO8ApI/AAAAAAAAAAc/J1AH9-wa-98/s200/adn0014.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158229386356064914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami merindukan alumni perguruan tinggi yang cerdas, progresif dan berani melakukan pilihan kerja di gerakan sosial atau digerakan apapun.  Dengan niat suci perang terhadap neoliberalisme. Asumsi umum yang berlaku adalah aktivisme, pemihakan pada nilai kesederhanaan kebenaran dan keadilan hanya cocok diperjuangkan ketika kita masih menjadi aktif di lembaga kemahasiswaan (LK). Setelah itu selamat tinggal nilai-nilai luhur. Sehingga yang terjadi adalah ritual-ritual kosong yang dilakonkan oleh pengurus LK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kita perlukan adalah ritual-ritual yang kini menjadi jargon kosong. Kita memang membutuhkan semacam platform untuk menentukan ke arah mana kita bergerak (tanggung jawab ekologis, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan demokrasi) dan apa yang kita lawan (kemiskinan, perang, rasisme, privatisasi serampangan, konsumerisme, dan lainnya). Tapi, pengulangan tema-tema ini jelas bukanlah fungsi utama forum-forum sosial. Peran sebuah forum sosial seharusnya adalah untuk mengidentifikasi komunitas civic atau kelompok-kelompok masyarakat sipil (baik di level global, regional, atau lokal) yang bekerja dalam isu yang serupa dan menghubungkan mereka sebelum forum itu dimulai sehingga mereka bisa menentukan agenda mereka sendiri dan, ketika akhirnya bertemu di forum, tinggal menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kita sudah melihat bagaimana banyak orang dari akademisi hingga politikus dari hari ke hari makin yakin dan berani bilang, bahwa organisasi masyarakat sipil (untuk tidak semata menyebut organisasi 'nonpemerintah', karena ada non-yang lain, misalnya nonbisnis) adalah salah satu aktor penting dalam menentukan kebijakan pembangunan. Banyak universitas sudah membuka program studi tentang pembangunan dengan paradigma yang lebih progresif. Banyak badan publik membuka pintu dialog dengan berbagai organisasi masyarakat sipil. Makin banyak lulusan perguruan tinggi yang bermutu yang secara sengaja memilih meniti karier di 'jalur' organisasi masyarakat. Sebagai sebuah 'sektor kerja', dunia organisasi masyarakat sipil sedang dan pasti akan terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi terkini menyebutkan bahwa sektor itu secara global bernilai sekitar 1 triliun dolar dengan pekerja dan aktivis sejumlah 19 juta orang (Sustainability.com&gt;, 2003). Tak hanya itu, indikator pembangunan dunia menyebutkan bahwa organisasi masyarakat sipil di negara maju telah menyalurkan hampir 10,5 miliar dolar hibah ke mitra-mitranya di negara-negara berkembang tahun 2001. Ini wajar karena 83.6% organisasi masyarakat sipil yang berorientasi internasional ada di negara maju (World Development Indicator, 2003). Hal inilah yang harus dimanfaatkan sebagai strategi untuk membuat aliansi-aliansi yang makin bermutu dan produktif. Karena tak bisa disangkal, soal kemandirian finansial organisasi masyarakat di negara-negara berkembang masih sangat rendah. Maka memang perlu 'inovasi manajerial dan strategik' yang lebih setara dan progresif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-6077509088781926106?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/6077509088781926106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/6077509088781926106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/01/kami-merindukan-alumni-perguruan-tinggi.html' title='APA KABAR ALUMNI PERGURUAN TINGGI'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5W2TCO8ApI/AAAAAAAAAAc/J1AH9-wa-98/s72-c/adn0014.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-623077120648662454</id><published>2008-01-22T16:24:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T17:08:37.760+08:00</updated><title type='text'>tanpa judul</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5WpUiO8AoI/AAAAAAAAAAU/qOeCNtAywK8/s1600-h/aksi+%231.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5WpUiO8AoI/AAAAAAAAAAU/qOeCNtAywK8/s200/aksi+%231.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158215118474707586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERINTAH (GOVT) tidak akan memberimu apa-apa kecuali kau mencium pantatnya, menjilat bokongnya atau bahkan menjadi anjingnya. &lt;br /&gt;(anonymous)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seantero dunia, setiap menjelang suksesi kepemimpinan (pemilu kata orang indonesia) mereka pun mengumbar janji, kesejahteraan, keamanan dan sejumlah janji serapah. Diumbar ibarat lelaki buaya merayu gadis. Suksesi selesai, ada pemenang ada yang kalah. Setelah itu cerita tidak perlu dilanjutkan karena akibatnya adalah kesengsaraan dipihak masyarakat, rakyat kebanyakan. Sungguh kasihan dan menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kita terus menjadi korban?, dan diam melihat itu semua adalah pengingkaran terhadap eksistensi diri. Konon, pada awalnya kita diciptakan bebas-merdeka oleh tuhan. Namun seiring berjalannya waktu kebebasan, percaya  diri dirampas oleh institusi dimana kita pertama kali mengenal huruf (sekolah), atau industri/korporasi ketika kita jadi buruh/karyawan, atau dengan ikhlas dan sukarela diserahkan pada negara dengan asumsi kita tidak bisa mengatur diri kita sendiri. Akibatnya keberadaan ribuan bahkan puluhan juta orang ditanggung/dijamin/diatur oleh segelitir orang (presidan,raja,pm dsb) dan teman-temannya. Dominasi segelitir orang terhadap banyak orang. Dominasi secara inhern menurunkan dan merendahkan diri, karena meletakkan kehendak dan penilaian orang yang didominasi di bawah kehendak dan penilaian yang mendominasi, sehingga menghancurkan derajat dan harga diri yang hanya datang dari otonomi personal. Lagi pula, dominasi, memungkinkan dan pada umumnya memunculkan eksploitasi, yang merupakan akar dari ketidaksetaraan, ketidakadilan, kemiskinan, dan gangguan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi muncul, karena adanya segeintir orang yang mengaku memiliki kekuasaan. hukumnya seperti lingkaran setan rebut-pertahankan-rebut pertahankan dan seterusnya. Negara/korporasi adalah media langgengnya dominasi. Pengingkaran terhadapnya adalah sebuah kemestian jika kita ingin hidup bebas-merdeka. tanpa dominasi, tanpa ketidakadilan, tanpa tuan. Andalah tuan bagi dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya andalah penentu semua hidup anda,ingin santai atau tersiksa rutinitas yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir sekali: &lt;br /&gt;Bukan ku enggan pikirkan masa depan, &lt;br /&gt;tapi ku enggan hidupku jadi beban,&lt;br /&gt;terjebak aturan yang menyesatkan (song).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-623077120648662454?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/623077120648662454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/623077120648662454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2008/01/anonymous.html' title='tanpa judul'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y4BAbczor50/R5WpUiO8AoI/AAAAAAAAAAU/qOeCNtAywK8/s72-c/aksi+%231.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3231779255788503803.post-7811672209074578071</id><published>2007-12-31T17:02:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T17:11:06.723+08:00</updated><title type='text'>MANIFESTO RTM-code</title><content type='html'>Perkembangan peradaban manusia sejak ditemukannya mesin uap berjalan begitu cepat. Perkembangan tersebut ditandai dengan berkembangnya industri-industri yang memperoduksi secara massal hampir seluruh kebutuhan manusia yang akhirnya mendorong proses kulturalisasi budaya konsumerisme ditengah-tengah masyarakat. Industrialisasi dan budaya konsumerisme menuntut neoliberalisme yang berwujud kapitalisme global untuk melakukan hegemoni kesadaran masyarakat, diciptakanlah atau diformatlah berbagai institusi untuk berperan sebagai institusi penjaga sistem hegemoni tersebut. Institusi pendidikan merupakan salah satu lembaga yang sangat efektif bagi neoliberalisme untuk menanamkan hegemoninya. Sistem pendidikan akhirnya diformat &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedemikian rupa sehingga tunduk pada kehendak dan logika pasar yang mengabdi pada kapitalisme, seperti proses link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Sehingga, pendidikan akhirnya bukan melahirkan manusia-manusia yang sadar akan dirinya, beradab dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi melainkan hanya melahirkan budak-budak yang hanya akan menjadi bahan bakar bagi kapitalisme.&lt;br /&gt;Pendidkan adalah salah satu kebutuhan azasi manusia dan saat ini sistem pendidikan berada dipersimpangan jalan, antara memilih menjadi sistem yang hanya akan melahirkan hamba-hamba neoliberalisme ataukah menjadi sistem yang akan melahirkan manusia bebas dari perbudakan dan berani berkata tidak pada keserakahan neoliberalisme, manusia yang senantiasa bermimpi menciptakan tatanan dunia yang lebih baik serta manusia yang hanya tunduk pada kehendak Tuhan. Keberanian untuk memilih menjadi sistem yang akan melahirkan manusia yang berani melawan neoliberalisme yang hanya menyengsarakan rakyat hanya dapat dilakukan jika sistem pendidikan menjadikan peserta didiknya menjadi manusia yang menyadari dirinya sebagai entitas yang tak berbeda dari massa rakyat yang kemudian menghantarkan manusia tersebut dekat dengan rakyat sehingga secara langsung melihat kondisi ketertindasan rakyat. Kedekatan dengan rakyat yang kemudian akan menghancurkan segala konsep-konsep yang sengaja diciptakan oleh neoliberalisme guna menundukkan umat manusia pada logika pasarnya. Konsep keadilan, kesejahteraan, kemanusiaan dan konsep lainnya bukan lagi berdasarkan narasi-narasi besar para ilmuwan yang disusun dibalik meja, fakta bukan lagi angka-angka statistik melainkan realitas yang dialami oleh rakyat, perjuangan bukan lagi tindakan kaum bangsawan yang memberi sedekah pada kaum miskin dan itu berarti pendidikan bukan lagi hanya diperoleh dari institusi-institusi formal yang berada dibalik tembok tinggi yang tidak lebih dari penjara dan tempat cuci otak.&lt;br /&gt;Untuk semua itu dibutuhkan kerja-kerja organik guna merasakan dan menemukan kenyataan yang nantinya akan melahirkan kesadaran baru, baik ditingkatan peserta didik maupun ditingkatan rakyat dan akhirnya output dari sistem pendidikan tidak lagi menjadi salah satu kelas masyarakat khusus melainkan, bergerak bersama rakyat. &lt;br /&gt;Semua itulah nantinya yang akan meningkatkan intelektualitas, moralitas dan kesadaran akan posisi sebagai hamba Tuhan yang merdeka. MERDEKA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3231779255788503803-7811672209074578071?l=rtmcode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7811672209074578071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3231779255788503803/posts/default/7811672209074578071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rtmcode.blogspot.com/2007/12/manifesto-rtm-code.html' title='MANIFESTO RTM-code'/><author><name>....</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
